PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menguatkan implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah. Sosialisasi bertajuk “Aparatur Sipil Negara Sehat, Bugar, Ceria untuk Kalteng Semakin Berkah” ini digelar di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, kepala perangkat daerah, serta perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalteng.
ASN Jadi Ujung Tombak Perubahan Pola Hidup
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Anang Dirjo, menekankan bahwa budaya hidup sehat adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat harus dimulai dari langkah konkret seperti aktivitas fisik rutin, konsumsi gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
“Bagi pemerintah, budaya hidup sehat merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, mandiri, dan memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis.
Penerapan pola hidup sehat di kalangan ASN dinilai strategis karena mereka menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi yang tangguh dan adaptif. ASN yang sehat secara fisik dan mental, kata Linae, memiliki kapasitas lebih baik dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Empat Materi Inti Disosialisasikan ke Peserta
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Rus`ansyah, melaporkan bahwa sosialisasi ini mencakup empat materi utama. Pertama, implementasi GERMAS di lingkungan kerja dan sehari-hari. Kedua, Peraturan Daerah tentang GERMAS sebagai landasan hukum gerakan ini.
Materi ketiga menyangkut kebugaran fisik dan kesehatan jiwa, yang menjadi perhatian serius di tengah tekanan kerja ASN. Terakhir, peserta juga mendapat sosialisasi mengenai program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digagas pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya penerapan GERMAS, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari,” kata Rus`ansyah.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberlanjutan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan bahwa keberhasilan GERMAS tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pendidikan, hingga organisasi perangkat daerah, harus terus dijaga agar gerakan ini berkelanjutan.
“Kerja sama yang erat antar sektor merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Dengan kolaborasi yang kuat, GERMAS dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama,” tambah Linae Victoria Aden dalam sambutannya.
Pemprov berharap budaya hidup sehat yang dimulai dari lingkungan ASN bisa menular ke masyarakat luas. Target akhirnya adalah terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mandiri menuju Kalimantan Tengah yang semakin berkah.