PALANGKA RAYA — Kepala Dinas PUPR Kalteng Ir. Juni Gultom menyatakan jajarannya bergerak cepat merespons titik-titik permukiman warga yang kesulitan air bersih. Hingga Sabtu (24/10/2026), akumulasi air yang telah disalurkan Pemprov Kalteng mencapai 13,4 juta liter.
Menurut Juni, suplai air menyasar desa, kelurahan, hingga fasilitas umum yang membutuhkan. Pihaknya berkomitmen hadir di tengah masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
"Sesuai petunjuk dan arahan Bapak Gubernur Kalteng, kami di Dinas PUPR berkomitmen penuh hadir di tengah masyarakat untuk meredam dampak kemarau dan ancaman Karhutla. Suplai air bersih ini disalurkan secara konsisten ke desa-desa, kelurahan, hingga fasilitas umum yang membutuhkan," ujar Juni melalui pesan singkat, Minggu (25/10).
Pada rekapitulasi distribusi harian 24 Oktober 2026, Dinas PUPR Kalteng menyalurkan 165.400 liter air bersih yang tersebar di sembilan kabupaten sasaran. Sebagian besar titik berada di Barito Timur, Lamandau, dan Seruyan.
Kabupaten Barito Timur menerima pasokan terbanyak, antara lain 20.000 liter untuk Desa Barapun, 15.000 liter untuk Desa Bararawa, dan 10.000 liter untuk Kelurahan Ampah Kota di Jalan Padat Karya Urup. Rutan Kelas II B juga mendapat 8.000 liter.
Di Lamandau, Desa Jangkar Prima menerima 20.000 liter. Seruyan mendapat jatah dari beberapa titik, termasuk 12.000 liter untuk Desa Pematang Panjang dan 8.000 liter untuk Unit 5 Tanggul Harapan.
Juni menegaskan angka 13,4 juta liter belum final. Armada tangki dan tim teknis Dinas PUPR Kalteng masih bekerja mendistribusikan air di titik-titik penanganan.
"Proses penyaluran masih terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Tim kami terus siaga menerima laporan serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah/kecamatan setempat agar distribusi air bersih ini tepat sasaran dan merata," pungkasnya.
Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten menjadi kunci agar pasokan tidak menumpuk di satu lokasi. Sejumlah desa di Barito Timur dan Seruyan tercatat menerima kiriman lebih dari sekali sejak kemarau berlangsung.