Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kini memiliki peta titik api berbasis satelit untuk memantau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Data yang terintegrasi dengan NASA FIRMS ini diperbarui setiap 24 jam dan dapat diakses publik secara gratis melalui laman Satu Data Kapuas.
KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas meluncurkan peta titik api berbasis satelit untuk memperkuat sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Layanan ini memanfaatkan data dari satelit NOAA-20 yang terintegrasi dengan sistem Fire Information for Resource Management System (NASA FIRMS).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Pangeran S Pandingan, mengatakan pembaruan data dilakukan setiap 24 jam. Hal ini memungkinkan pemerintah daerah mengidentifikasi potensi karhutla lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Seluruh perangkat daerah dan warga dapat memantau lokasi titik panas melalui laman resmi di https://satudata.kapuaskab.go.id/titik-api/. Informasi ini menjadi bahan koordinasi antarinstansi untuk langkah pencegahan sebelum api meluas.
"Data diperbarui setiap 24 jam sehingga dapat menjadi informasi pendukung bagi pemerintah daerah dalam memantau titik panas serta mengidentifikasi potensi karhutla di Kabupaten Kapuas," ucap Pangeran di Kuala Kapuas, Rabu.
Peta yang disajikan merupakan visualisasi lokasi kebakaran yang terdeteksi satelit NOAA-20 melalui sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS). Sensor ini memiliki resolusi spasial 375 meter, lebih detail dari generasi satelit sebelumnya.
Setiap titik api yang tampil adalah hasil deteksi anomali termal menggunakan algoritma VIIRS Active Fire. Parameter suhu kecerahan pada pita inframerah (I-4 & I-5) dipakai untuk mengidentifikasi area dengan suhu permukaan jauh lebih tinggi dari latar belakang, yang mengindikasikan adanya api.
Integrasi data ini dikelola langsung oleh Land, Atmosphere Near real-time Capability for E-O (NASA LANCE). Dengan begitu, akurasi data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk kebutuhan operasional di lapangan.
Ketersediaan peta satelit ini diharapkan memperkuat sistem pemantauan dan membantu perangkat daerah memperoleh informasi lebih cepat. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan Satu Data Indonesia (SDI) di lingkungan Pemkab Kapuas.
Kapuas merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang rawan karhutla setiap musim kemarau. Keberadaan peta titik api ini menjadi instrumen penting bagi BPBD dan instansi terkait untuk memetakan wilayah prioritas patroli darat maupun udara.