Luas Karhutla Kalteng 2026 Capai 7.634 Hektare, Terendah Sejak 1997 dan Menyusut 99,62 Persen

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:31:02 WIB
Luas karhutla di Kalimantan Tengah hingga awal Agustus 2026 tercatat 7.634,46 hektare, terendah sejak 1997.

PALANGKA RAYA — Capaian ini menjadi sorotan nasional karena terjadi di tengah fenomena iklim El Niño kategori kuat, yang biasanya memicu lonjakan titik api di lahan gambut. Berdasarkan data Sistem Informasi Kehutanan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, akumulasi luas areal terbakar di Kalteng hingga awal Agustus 2026 hanya sekitar 0,38 persen dari luas karhutla pada 1997 silam.

Perbandingan Luas Karhutla di Tahun-Tahun El Niño Ekstrem

Catatan historis menunjukkan betapa dahsyatnya karhutla saat fenomena iklim ekstrem melanda provinsi ini. Pada 1997, luas lahan terbakar menembus angka 2.000.000 hektare. Angka tersebut sedikit menurun pada 2006 menjadi 1.722.030 hektare, dan kembali tercatat 583.833,44 hektare saat El Niño kuat melanda pada 2015.

Dengan luas karhutla 2026 yang baru mencapai 7.634,46 hektare, artinya upaya pengendalian berhasil menekan kebakaran hingga 99,62 persen dibandingkan kondisi terburuk pada 1997. Tren positif ini dinilai krusial mengingat ancaman kekeringan di lahan gambut tetap tinggi sepanjang musim kemarau tahun ini.

Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan di Palangka Raya

Keberhasilan sementara pengendalian karhutla ini mendapat perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kepala negara hadir meninjau penanganan lapangan serta memimpin rapat koordinasi di Palangka Raya pada Sabtu (22/8/2026).

Kehadiran Presiden menegaskan bahwa pencegahan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi prioritas nasional, mengingat dampaknya yang kerap memicu kabut asap lintas batas dan gangguan kesehatan masyarakat.

Pemprov Kalteng Minta Masyarakat Tidak Lengah

Meski data menunjukkan hasil positif dari efektivitas pemantauan dan kesiapsiagaan tim gabungan, Pemprov Kalteng bersama seluruh pemangku kepentingan mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendur. Penguatan pencegahan, patroli wilayah rawan, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar tetap menjadi prioritas utama.

Imbauan ini disampaikan karena musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik panas atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar agar tim pemadam dapat bergerak cepat memadamkan api sebelum meluas.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: balanganews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top