TNI Terjunkan Baliho Prabowo dari Ketinggian 10.000 Kaki, Mensesneg Sebut Itu Wujud Terima Kasih

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:39:32 WIB
TNI menerjunkan baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto dari ketinggian 10.000 kaki dalam peringatan detik-detik Proklamasi di Kalimantan Tengah.

KALIMANTAN TENGAH — Momen pengibaran baliho raksasa bergambar Presiden Prabowo Subianto di udara pada peringatan detik-detik Proklamasi, Senin (17/8/2026), ternyata bukan sekadar atraksi seremonial. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan aksi tersebut merupakan inisiatif TNI sebagai bentuk ucapan terima kasih atas modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berjalan masif dalam beberapa tahun terakhir.

Ucapan Terima Kasih TNI atas Modernisasi Alutsista

"Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih karena di masa Pak Prabowo inilah, meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan, kita benar-benar memperkuat alutsista kita," ujar Prasetyo di kompleks parlemen, Rabu (19/8/2026).

Menurut Prasetyo, penguatan pertahanan itu berdampak langsung pada operasional TNI di lapangan. Ia mencontohkan percepatan pengiriman logistik ke daerah bencana, termasuk penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru terjadi.

Alutsista Baru Percepat Respons Bencana di NTT dan Sumatra

"Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik, yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatra maupun kemarin di NTT," katanya. Keberadaan alutsista modern dinilai krusial bagi Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire) dengan potensi bencana alam tinggi.

Prasetyo menambahkan, atraksi terjun payung Victory Jump dari ketinggian sekitar 10.000 kaki yang membawa baliho tersebut bukanlah hal mudah. Ia menilai keterampilan para prajurit Kopassus yang terlibat patut diapresiasi tinggi.

"Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," tegasnya.

Kontroversi dan Makna di Balik Simbolisme HUT ke-81 RI

Pengibaran baliho di tengah upacara kenegaraan memicu beragam reaksi publik. Sebagian kalangan menilai momen tersebut wajar sebagai bentuk dukungan terhadap kepala negara, sementara yang lain mempertanyakan etika menampilkan citra presiden di tengah peringatan kemerdekaan yang seharusnya berfokus pada perjuangan bangsa.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, TNI menegaskan aksi ini merupakan bagian dari penghormatan kepada panglima tertinggi. Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusumo, yang merupakan presiden ke-8 RI, memiliki latar belakang sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat sebelum berkarier di dunia politik dan pemerintahan.

Istana melalui Mensesneg memastikan tidak ada instruksi khusus dari presiden terkait pengibaran baliho tersebut. Aksi ini sepenuhnya merupakan inisiatif dan bentuk apresiasi institusi TNI atas kebijakan pertahanan yang selama ini dijalankan pemerintahan Prabowo.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top