KALIMANTAN TENGAH — Amorim memilih menatap ke depan ketimbang larut dalam euforia uji coba. Menurutnya, pramusim hanyalah ajang pemanasan dan evaluasi, sementara tiga poin di kompetisi resmi adalah prioritas utama yang menentukan arah musim timnya.
Kemenangan atas Manchester United di laga uji coba memang sempat menaikkan moral skuad. Namun, Amorim menilai lawan yang dihadapi di pramusim belum tentu menampilkan kekuatan penuh mereka. Ia menekankan atmosfer dan intensitas Serie A berbeda jauh dengan pertandingan persahabatan.
"Kami tidak bisa terlena. Semua tim di liga ini sudah siap secara fisik dan taktik sejak awal," ujar Amorim dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia menambahkan bahwa performa di pramusim tidak akan membantu sama sekali jika timnya gagal tampil solid saat melawan Torino.
Amorim mengingatkan anak asuhnya bahwa laga pembuka selalu menyimpan jebakan. Torino datang dengan skuad yang kompak dan pelatih yang paham betul cara mengganggu permainan lawan. Ia meminta para pemainnya untuk bermain disiplin sejak menit awal dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengembangkan serangan balik.
Kesiapan mental menjadi kata kunci yang terus digaungkan Amorim. Ia ingin melihat timnya tampil agresif, tetapi tetap tenang dalam mengambil keputusan di area pertahanan lawan. Satu kesalahan kecil di laga seperti ini bisa berujung pada hasil yang tidak diinginkan.
Mengawali musim dengan kemenangan adalah modal penting untuk membangun kepercayaan diri jangka panjang. Amorim menegaskan targetnya sederhana: membawa pulang tiga poin dari laga perdana. Ia tidak ingin timnya kehilangan momentum sejak awal karena hasil buruk di pekan pembuka.
Persiapan terakhir di Milanello difokuskan pada skema menyerang dan transisi bertahan. Amorim juga memberi sinyal akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya yang sudah siap tampil penuh selama 90 menit. Keputusan akhir akan diambil setelah mengecek kondisi kebugaran seluruh skuad pada latihan resmi terakhir.