Mbappe Siap Ukir Rekor di Laga ke-100, Irak Coba Ulang Kejutan Iran di Piala Dunia 2026

Penulis: Oki Setiawan  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 02:16:31 WIB
Kylian Mbappe bersiap merayakan laga ke-100 sekaligus kejar rekor gol Piala Dunia.

KALIMANTAN TENGAH — Laga matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 ini menjadi panggung bagi megabintang Prancis, Kylian Mbappe. Pemain berusia 27 tahun itu tak hanya merayakan cap ke-100, tetapi juga berpeluang mencetak sejarah baru. Dengan 14 gol dari 15 penampilan di Piala Dunia, rasio gol per laga Mbappe (0,93) sudah melampaui legenda Brasil, Pele (0,86).

Rekor yang Menggoda di Depan Mata

Mbappe kini hanya terpaut tiga gol dari rekor absolut milik Miroslav Klose (16 gol). Jika ia mampu mencetak hat-trick ke gawang Irak, namanya akan langsung melesat ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. "Dia adalah nama terbesar di turnamen ini, bahkan di antara semua pemain yang belum berusia 38 tahun," demikian catatan pengamat dalam laporan pertandingan.

Namun, catatan impresif itu tak membuat Prancis bisa meremehkan lawan. Pada laga perdana, Les Bleus menang susah payah 3-1 atas Senegal. Pertahanan yang diperkuat William Saliba di posisi bek kiri tengah masih tampak rapuh. Butuh waktu lebih dari satu jam bagi Prancis untuk membobol gawang lawan yang tangguh.

Irak Bukan Tim Pemanis Turnamen

Irak datang ke Philadelphia dengan modal kekalahan 1-4 dari Norwegia. Namun, skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan permainan mereka. Sepanjang babak pertama, Irak mampu menahan imbang Norwegia dan melepaskan 11 tembakan — hanya satu kurang dari jumlah milik Erling Haaland dkk.

Semangat pantang menyerah itulah yang menjadi senjata utama Irak. Pelatih Graham Arnold, pria Australia yang terkenal optimistis, bahkan menyebut grup mereka bukan sebagai "grup neraka", melainkan "grup penuh kegembiraan". Arnold tahu betul jalan timnya ke Piala Dunia ini terjal: 21 pertandingan kualifikasi, terbanyak dibanding negara lain mana pun.

Mampukah Irak Tiru Iran?

Iran baru saja memberikan cetak biru bagaimana cara menghentikan tim unggulan: bertahan mati-matian untuk hasil imbang 0-0. Irak, yang belum pernah meraih satu poin pun sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, jelas akan mencoba resep yang sama. "Butuh dua orang untuk tango," tulis analis pertandingan, mengingatkan bahwa sepak bola tetap 11 lawan 11 di atas kertas.

Kick-off dijadwalkan pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 10 malam BST. Semua mata akan tertuju pada Mbappe — apakah ia akan langsung mencetak rekor di panggung terbesarnya, atau justru Irak yang akan menulis cerita kejutan baru di turnamen ini?

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top