Kegiatan program cetak sawah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, telah terealisasi seluas 4.491,30 hektare atau mencapai 76,96 persen dari total target 7.051,66 hektare. Realisasi tersebut tersebar di 10 kecamatan dan terus dikebut untuk mengejar sisa target yang ditetapkan. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas nasional Kementerian Pertanian untuk mendukung swasembada pangan.
KUALA KAPUAS — Ketua Pelaksana Kegiatan Cetak Sawah Kabupaten Kapuas, Hargatin, menyampaikan bahwa capaian 4.491,30 hektare tersebut tersebar di 10 kecamatan. Sepuluh wilayah itu meliputi Bataguh, Dadahup, Kapuas Barat, Kapuas Hilir, Kapuas Kuala, Kapuas Murung, Kapuas Timur, Mantangai, Selat, dan Tamban Catur.
Pelaksanaan kegiatan terus dikebut di sejumlah lokasi untuk mengejar target yang telah ditetapkan. Pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lahan dan kesiapan masing-masing wilayah.
Realisasi 76,96 Persen, Sisa Target Dikejar di 10 Kecamatan
Dari total target 7.051,66 hektare, realisasi saat ini menyentuh 4.491,30 hektare atau 76,96 persen. Artinya masih ada sekitar 2.560 hektare yang belum tergarap hingga laporan terakhir disampaikan.
Hargatin menyebut pihaknya berharap seluruh kegiatan dapat rampung sesuai jadwal. Menurutnya, capaian di tiap kecamatan bergantung pada kondisi lahan dan kesiapan wilayah masing-masing.
"Untuk realisasi kegiatan cetak sawah di 10 kecamatan sampai saat ini sudah mencapai 4.491,30 hektare atau 76,96 persen dari target 7.051,66 hektare," kata Hargatin di Kuala Kapuas, Senin.
Bagian dari Program Prioritas Nasional Swasembada Pangan
Program Cetak Sawah 2026 merupakan salah satu program prioritas nasional Kementerian Pertanian. Tujuannya memperluas areal persawahan dan mendukung pencapaian swasembada pangan.
Program ini dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Kabupaten Kapuas. Penambahan luas lahan pertanian diharapkan berdampak pada peningkatan produksi pangan daerah.
Bagi petani setempat, tambahan lahan dinilai dapat memperbesar kapasitas produksi per musim tanam. Pemerintah daerah berharap lahan yang sudah dicetak tidak terbengkalai setelah pekerjaan selesai.
Harapan agar Lahan Cetak Dimanfaatkan Optimal
Hargatin menegaskan pihaknya berharap kegiatan ini berjalan lancar hingga target tercapai. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan setelah proses cetak sawah selesai.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dengan baik dan target yang telah ditetapkan bisa tercapai. Tentunya kami juga berharap lahan yang sudah dicetak nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pertanian," demikian Hargatin.
Dengan sisa waktu yang ada, percepatan di lapangan menjadi kunci untuk menutup selisih target. Kondisi lahan dan kesiapan tiap kecamatan akan menentukan apakah sasaran 7.051,66 hektare bisa terpenuhi sepenuhnya.