Pencarian

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Daerah di Tengah Arus Digitalisasi

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:02:03 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Daerah di Tengah Arus Digitalisasi
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri upacara adat peringatan Hari Jadi ke-67 Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak generasi muda di Pangkalan Bun untuk aktif menjaga dan melestarikan budaya daerah. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri upacara adat peringatan Hari Jadi ke-67 Kotawaringin Barat. Ia menekankan pembangunan daerah harus tetap berjalan tanpa mengorbankan warisan budaya leluhur.

PANGKALAN BUN — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyerukan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Menurutnya, kekaguman berlebihan terhadap budaya luar berpotensi menggerus jati diri dan akar budaya masyarakat Kalteng.

Seruan itu ia sampaikan saat mengikuti upacara adat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-67 Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun. Kegiatan adat dinilainya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur serta tokoh pendahulu daerah.

Budaya sebagai Kekuatan Masa Depan, Bukan Peninggalan Masa Lalu

Agustiar menegaskan budaya harus dipandang sebagai kekuatan masa depan. Nilai-nilai luhur seperti Huma Betang dan Belom Bahadat, katanya, tetap relevan sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Pembangunan daerah harus maju. Namun di dalam pembangunan itu budaya jangan sampai dilupakan," kata gubernur di Pangkalan Bun, Selasa.

Ia menilai era globalisasi membuat informasi menyebar dalam hitungan detik tanpa mengenal batas antarnegara. Kondisi itu, menurutnya, menuntut kesadaran kolektif untuk terus memperkenalkan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini.

Jangan Sampai Anak-Anak Kagum pada Budaya Luar dan Lupa Akar Sendiri

Agustiar menyoroti risiko generasi muda yang lebih mengenal budaya asing dibanding warisan leluhurnya sendiri. Ia meminta budaya daerah terus diperkenalkan agar tetap terjaga dari generasi ke generasi.

"Oleh karena itu, jangan sampai kita hanya menjadi penonton, jangan sampai anak-anak kita kagum pada budaya luar dan tidak lagi mengenal, tidak lagi bangga akan budayanya sendiri. Maka budaya kita harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada mereka, agar budaya kita selalu dijaga," ujarnya.

Upacara adat peringatan hari jadi daerah dinilainya sebagai momentum penting untuk mengingat kembali jati diri masyarakat Kalimantan Tengah. Ia berharap tradisi semacam ini tidak kehilangan makna di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Harapan untuk Kotawaringin Barat dan Indonesia Emas 2045

Gubernur berharap pembangunan di Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat, terus dipacu menuju daerah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia Emas 2045.

"Melalui kegiatan adat ini sekaligus menjadi momentum penting untuk terus mengingat jati diri dan akar budaya masyarakat Kalimantan Tengah di tengah arus perubahan zaman," ucapnya.

Agustiar menutup dengan pesan bahwa pelestarian budaya bukan tanggung jawab satu pihak saja. Seluruh elemen masyarakat diminta berpartisipasi aktif agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal generasi penerus.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks