Pencarian

Ratusan Warga Muhammadiyah Barito Selatan Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan Redakan Karhutla dan Kabut Asap

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:28:01 WIB
Ratusan Warga Muhammadiyah Barito Selatan Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan Redakan Karhutla dan Kabut Asap
Ratusan jamaah memadati Lapangan Perguruan Muhammadiyah Buntok untuk mengikuti shalat Istisqa, Minggu pagi.

Ratusan warga Muhammadiyah di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar shalat Istisqa di Lapangan Perguruan Muhammadiyah Buntok, Minggu pagi. Ibadah memohon hujan ini digelar di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah dengan kabut asap. Inisiatif ini digerakkan oleh Pemuda Muhammadiyah Barito Selatan yang diketuai Fajar Putra Wijaya.

BUNTOK — Ratusan jamaah memadati Lapangan Perguruan Muhammadiyah Buntok sejak pukul 07.00 WIB. Mereka melaksanakan shalat Istisqa dua rakaat yang dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama, memohon agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala segera menurunkan hujan deras di wilayah yang tengah dilanda kekeringan dan karhutla.

Imam sekaligus khatib shalat Istisqa, Ustadz Azis, menggambarkan kondisi memprihatinkan yang tengah dihadapi warga. "Sudah berapa hektare lahan yang terbakar dan sejumlah wilayah yang tertutup kabut asap, hingga matahari pucat kemerahan pada siang hari," ujarnya di hadapan jamaah.

Dampak Karhutla: Anak Batuk, Petani Terancam Gagal Panen

Dalam khutbahnya, Ustadz Azis menuturkan bahwa karhutla telah membawa dampak buruk terhadap berbagai sektor kehidupan di Barito Selatan. Sektor kesehatan menjadi yang paling terasa, dengan banyak anak-anak mengalami batuk dan orangtua dengan riwayat sesak napas harus bolak-balik berobat ke fasilitas kesehatan.

"Udara yang seharusnya menjadi nikmat paling sederhana dari Allah, kini berubah menjadi sesuatu yang kita waspadai setiap menariknya ke dalam paru-paru," katanya menggambarkan kualitas udara yang memburuk.

Di sektor ekonomi, para petani disebutnya tengah menatap sawah dan ladang yang terancam gagal panen akibat kekeringan yang berkepanjangan. Kondisi ini memperparah penderitaan masyarakat yang sudah lebih dulu disulitkan oleh kabut asap.

Karhutla sebagai Teguran: Ajak Warga Perbanyak Istighfar

Ustadz Azis mengingatkan bahwa bencana kabut asap dan kekeringan ini bukanlah musibah alam yang terjadi secara kebetulan. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia.

"Lahan yang dibakar untuk dibuka dan dijadikan sebagai kebun secara instan dan juga hutan yang ditebang tanpa memikirkan generasi setelah kita merupakan kelalaian kita menjaga amanah alam yang dititipkan Allah kepada kita," jelasnya.

Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Barito Selatan saat ini merupakan teguran dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ia mengajak jamaah untuk tidak menyalahkan langit, melainkan menundukkan kepala dan bertanya kepada diri sendiri mengenai dosa yang telah diperbuat.

Harapan Hujan Deras Segera Turun

Shalat Istisqa ini menjadi wadah bagi warga untuk bersama-sama menengadahkan tangan meminta ampunan dan pertolongan. Ustadz Azis menekankan bahwa istighfar merupakan kunci yang telah Allah janjikan untuk membuka langit.

"Dengan shalat Istisqa dan memperbanyak istighfar, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan hujan yang deras, sehingga kabut asap hilang dan kemarau cepat berlalu," demikian harapan Ustadz Azis di akhir khutbahnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar spiritual warga di tengah upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan berbagai pihak di Kalimantan Tengah.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks