KALIMANTAN TENGAH — Lonjakan pendaftar ini langsung terlihat sejak hari pertama seleksi dibuka pada 24 Agustus lalu. MGPA mencatat sekitar 1.140 orang langsung mendaftar di hari perdana, dan angka itu terus bertambah hingga menembus 2.500 orang dalam lima hari.
Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi mengonfirmasi bahwa putra-putri daerah tetap menjadi prioritas utama dalam rekrutmen kali ini. "Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu," ujarnya di Lombok Tengah, Sabtu.
Antrean Walk-in Interview Membludak Tiga Kali Lipat
Tingginya minat masyarakat membuat proses seleksi sempat kewalahan. Jumlah peserta walk-in interview pada hari pertama mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya hanya berkisar 400 orang.
Kepadatan di lokasi seleksi pun tidak terhindarkan. MGPA merespons dengan mengevaluasi alur antrean, menyediakan ruang tunggu khusus, serta mendistribusikan air minum kepada para peserta agar proses seleksi tetap nyaman dan tertib.
Bukan Sekadar Pengalaman, Ini Kesempatan Mengasah Skill
Para pendaftar datang dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, profesional muda, hingga ibu rumah tangga. Mereka memperebutkan posisi di bidang kebersihan, manajemen, keamanan, pengendalian keramaian, hospitality, marshal, hingga ticketing.
Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir UIN Mataram asal Lombok Tengah, mendaftar untuk posisi ticketing. Ia mengaku ingin memanfaatkan keberadaan Sirkuit Mandalika di daerahnya sendiri setelah sebelumnya berpengalaman menjadi relawan di ajang GT World Challenge Asia. "Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya," katanya.
Hal serupa disampaikan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Ini menjadi kali ketiga dirinya mendaftar untuk posisi ticketing dan hospitality. "Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," ujarnya.
Seleksi Ketat untuk Posisi Hospitality
Setiap calon relawan wajib melewati wawancara dan seleksi yang menilai pengalaman, kualifikasi teknis, hingga kemampuan pelayanan. Untuk posisi hospitality, standarnya lebih tinggi dari sekadar murah senyum.
"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," tegas Nurjanah.
Pendaftaran masih akan dibuka hingga 31 Agustus. Dengan animo yang terus meningkat, persaingan untuk menjadi bagian dari tim relawan MotoGP Mandalika 2026 dipastikan semakin ketat. Bagi warga lokal, ini menjadi momentum untuk menunjukkan peran aktif dalam menyukseskan ajang balap motor dunia di tanah kelahirannya.