Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan bantuan 17 unit air bersih serta 1.000 paket sembako gratis bagi warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak kekeringan. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut di Sampit, Jumat, didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng. Bantuan ini menjadi langkah darurat di tengah musim kemarau yang diprakirakan BMKG masih berlangsung hingga Oktober.
SAMPIT — Rombongan pemerintah provinsi tiba di Sampit dengan membawa 17 unit tangki air bersih untuk wilayah yang mengalami kekurangan air. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kunjungan kerja yang juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kalteng.
Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati menerima rombongan gubernur di lokasi kunjungan. Kehadiran jajaran pemerintah dan aparat keamanan tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Ratusan Paket Sembako Dibagikan Gratis di Taman Kota
Selain air bersih, Agustiar Sabran memastikan ada sekitar 1.000 paket sembako yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat di Taman Kota Sampit. "Kemudian kami juga ada pasar murah, kurang lebih 1.000 paket sembako yang dibagikan di Taman Kota Sampit, gratis," ujarnya di Sampit, Jumat.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan 3.000 paket pangan murah yang tidak diberikan cuma-cuma. Penerima hanya membayar 60 persen dari nilai paket, sedangkan 40 persen sisanya disubsidi pemerintah.
ASN Golongan Rendah hingga Cleaning Service Jadi Sasaran Pangan Murah
Pangan murah ini diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) golongan I dan II, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tenaga outsourcing, hingga petugas kebersihan. "Karena kalau mereka itu gajinya masih tergolong kecil, khususnya bagi yang baru-baru ini. Makanya, melihat situasi kondisi begini kita berbagi," imbuh Agustiar.
Pemprov Kalteng juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp250.000 khusus bagi pemegang kartu Huma Betang. Kebijakan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi akibat kondisi kemarau dan dampak karhutla.
Petani Ladang Dapat Bantuan Pangan Selama Tiga Bulan
Agustiar menyiapkan skema bantuan pangan bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan melalui aktivitas berladang. Pendataan akan dilakukan melalui kepala desa di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng untuk menentukan warga yang menjadi sasaran bantuan.
"Kita akan mendata yang biasa berladang dari kades seluruh kabupaten/kota, maka selama tiga bulan akan mendapat bantuan dari kami," ujarnya. Bantuan diberikan selama tiga bulan mengikuti prakiraan BMKG bahwa musim kemarau masih berlangsung hingga Oktober.
Bantuan pangan bagi peladang ini sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kebutuhan ekonomi tidak mendorong pembukaan lahan dengan cara membakar.
Wilayah Selatan Kotim Paling Butuh Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan penyaluran air bersih dilakukan melalui pembagian tugas dengan Perumdam Tirta Mentaya. Berdasarkan pemetaan di lapangan, wilayah selatan Kotim menjadi kawasan yang paling membutuhkan bantuan air bersih karena belum meratanya jangkauan layanan PDAM.
Masyarakat pesisir juga menghadapi fenomena intrusi air laut yang membuat air sungai menjadi asin dan tidak layak konsumsi. Kondisi ini diperparah karena hujan tidak turun selama musim kemarau, sementara sebagian warga masih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain wilayah selatan, laporan krisis air bersih mulai muncul dari Kecamatan Cempaga Hulu. BPBD Kotim terus menghimpun laporan dari masyarakat dan pemerintah desa untuk memastikan bantuan air diarahkan sesuai tingkat kebutuhan. "Untuk wilayah tengah juga ada sebagian yang mengeluhkan kekurangan air bersih, yaitu di Desa Bapanggang Ray," kata Multazam.