PALANGKA RAYA — Turnamen Olahraga Hotelier Palangka Raya 2026 bukan sekadar ajang mencari pemenang. Bagi insan perhotelan di ibu kota Kalimantan Tengah, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun relasi dan menyegarkan kembali semangat kerja setelah berbulan-bulan berkutat dengan tuntutan pelayanan tamu.
Ketua Panitia Turnamen Hotelier Palangka Raya 2026, Rizki Ansyari, menyebut bahwa pekerja di sektor hospitality menghadapi jam kerja panjang dan ritme dinamis. Kebutuhan untuk bersosialisasi di luar lingkungan kerja, kata dia, sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik.
Ruang Ketiga bagi Pekerja Hotel
"Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi teman-teman hotelier untuk bersilaturahmi, menyalurkan bakat dan energi positif di luar lingkungan pekerjaan," ujar Rizki di Palangka Raya, Sabtu.
Ia menjelaskan, di balik senyum ramah yang ditunjukkan kepada tamu, ada rutinitas kerja yang tidak ringan. Tuntutan pelayanan yang konsisten membuat para pekerja membutuhkan wadah untuk beristirahat sekaligus menyalurkan adrenalin dan semangat kompetitif.
Lapangan olahraga dalam turnamen ini menjadi titik temu antarkaryawan dari hotel dan unit usaha hospitality lainnya. Interaksi yang terbangun di luar meja resepsionis atau dapur hotel dinilai mampu memperkuat solidaritas antarpegawai.
Hasil Pertandingan Badminton dan Mini Soccer
Pada cabang badminton ganda putra, persaingan berlangsung ketat. Pasangan Randy/Saiful dari Alltrue Hotel keluar sebagai juara pertama, mengungguli pasangan Nandi/Saman dari Vino Club di posisi kedua. Pasangan Enggar/Roland dari Best Western Batang Garing merebut tempat ketiga, disusul Fanji/Akbar dari M Bahalap di peringkat keempat.
Sementara itu, cabang mini soccer yang diikuti sepuluh tim memunculkan Neo Palma FC sebagai juara pertama. M Bahalap FC menyusul di posisi kedua dan RS Siloam mengamankan tempat ketiga, dengan Palapa FC menempati peringkat keempat.
Momentum Kebersamaan dan Sportivitas
Rizki berharap turnamen ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan. Menurutnya, energi positif yang terbangun selama pertandingan seharusnya bisa dibawa kembali ke lingkungan kerja masing-masing.
"Teman-teman hotelier setiap hari memberikan pelayanan terbaik kepada tamu. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bermain, bersilaturahmi dan menikmati kebersamaan," kata Rizki.
Dengan semangat yang lebih segar setelah bertanding, para pekerja hotel diharapkan dapat kembali menjalankan tugas pelayanan dengan performa terbaik.