JAKARTA — Batik bukan sekadar kain bermotif. Di balik setiap goresannya, tersimpan narasi panjang tentang identitas dan nilai luhur sebuah daerah. Kesadaran itu yang coba ditanamkan pengurus Fisdawan dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kepada para anggotanya lewat kunjungan edukasi ke Museum Batik Indonesia, kawasan TMII, Sabtu (8/8).
Rombongan yang dipimpin Ketua Fisdawan DPRD Kalteng, Apristini Arton S Dohong, bersama Ketua DWP Sekretariat DPRD Kalteng, Fitri Pajarudinnor, berkesempatan melihat langsung koleksi wastra dari berbagai pelosok Tanah Air. Deretan kain yang dipamerkan menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia, dengan karakter motif, teknik pembuatan, hingga filosofi yang berbeda di tiap daerah.
Menggali Filosofi di Balik Setiap Motif Kain
Bagi Apristini, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya tidak cukup hanya dengan mengenal bentuk fisik motif. Lebih dari itu, generasi penerus perlu memahami ruh dan nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Melalui kunjungan ini, kita bisa melihat langsung bagaimana batik dan kain tradisional memiliki sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang sangat kuat. Pemahaman ini penting agar kita tidak sekadar memandang kain tradisional sebagai produk komersial, melainkan juga memahami identitas yang melekat di baliknya,” ujar Apristini.
Peran Perempuan dalam Melestarikan Budaya Daerah
Apristini menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap produk budaya lokal. Salah satu wujud nyata yang bisa dilakukan adalah dengan rutin menggunakan kain tradisional dalam aktivitas sehari-hari.
“Tentu kita ingin kekayaan budaya daerah, termasuk motif kain khas Kalteng, semakin dikenal luas. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan rasa bangga dan mengajak lebih banyak orang untuk rutin menggunakannya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Fitri Pajarudinnor menyebut kunjungan ini memberikan pengalaman edukatif yang luar biasa. Ia mengaku semakin sadar bahwa setiap lembar kain tradisional menyimpan karakter dan cerita historis tersendiri yang patut dijaga.