KALIMANTAN TENGAH — Pelindo Regional 2 Panjang menegaskan keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, sebagai prioritas utama operasional. Penegasan disampaikan Manajer Komersial Pelindo Regional 2 Panjang Ririn Cahyadi melalui keterangan resmi di Bandarlampung, Jumat. Langkah ini menyusul persiapan pengoperasian kapal RoRo di Terminal Multipurpose pelabuhan tersebut.
Paragraf pembuka: Pelindo Regional 2 Panjang menempatkan keselamatan sebagai fondasi setiap aktivitas kepelabuhanan dan pelayaran. Perusahaan pelat merah itu menekankan bahwa kelancaran arus barang dan penumpang tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Dukungan seluruh instansi maritim, asosiasi pelabuhan, dan operator kapal dinilai menjadi kunci terwujudnya standar keselamatan yang konsisten.
Kesiapan Kapal hingga Tanggap Darurat
Ririn Cahyadi merinci sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian bersama dalam setiap operasi kepelabuhanan. Mulai dari kesiapan kapal dan fasilitas pelabuhan, kondisi alur dan perairan, hingga informasi cuaca dan kondisi meteorologi.
Pemantauan lalu lintas kapal, kesiapan pelayanan, serta aspek tanggap darurat dan koordinasi juga masuk dalam daftar prioritas. "Pada prinsipnya, kami mendukung semua hal yang dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Pelabuhan Panjang," ujar Ririn.
Pelindo Regional 2 Panjang juga melakukan evaluasi untuk memastikan setiap aspek yang berkaitan dengan rencana pengoperasian kapal RoRo dipersiapkan secara baik dan terkoordinasi. Evaluasi menyasar kesiapan teknis maupun prosedur operasional yang mengutamakan keselamatan.
Sinergi Regulator dan Operator Jadi Kunci
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas I Panjang Abdi Sabda menekankan pentingnya sinergi antara regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan seluruh unsur maritim. Menurut dia, masing-masing pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling berkaitan dalam mencegah kecelakaan kapal.
"Keselamatan berlayar merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara regulator, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta seluruh unsur maritim harus terus diperkuat," ujar Abdi Sabda.
Koordinasi lintas instansi itu menjadi forum untuk membangun kesamaan pemahaman dan langkah preventif menghadapi berbagai potensi risiko keselamatan di wilayah perairan dan pelabuhan. Sasaran utamanya mencegah kecelakaan kapal di Terminal Multipurpose Pelabuhan Panjang.
Persiapan Operasional Kapal RoRo
Selain membahas aspek keselamatan berlayar, forum koordinasi tersebut juga menyiapkan aspek operasional pengoperasian layanan kapal RoRo di Pelabuhan Panjang. Kapal RoRo melayani angkutan kendaraan dan barang yang menyeberang antarwilayah, sehingga standar keselamatan menjadi syarat mutlak sebelum layanan berjalan penuh.
Pelabuhan Panjang sendiri merupakan salah satu pintu gerbang logistik utama di Sumatra bagian selatan. Aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal di sana menopang distribusi barang ke Lampung dan sekitarnya. Karena itu, gangguan keselamatan pelayaran berpotensi berdampak langsung pada kelancaran pasokan barang pokok dan aktivitas ekonomi wilayah.
Penutup: Prioritas keselamatan yang ditegaskan Pelindo Regional 2 Panjang menjadi sinyal bahwa pengembangan layanan kepelabuhanan di Lampung tidak hanya mengejar volume. Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi, operasional kapal RoRo di Terminal Multipurpose diharapkan berjalan aman sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha terhadap jalur logistik Panjang.