Pencarian

Pertamina Ajak Anak Samarinda Olah Kertas Bekas Jadi Paper Clay

Sabtu, 26 September 2026 • 08:37:31 WIB
Pertamina Ajak Anak Samarinda Olah Kertas Bekas Jadi Paper Clay
Anak-anak Samarinda mengikuti edukasi daur ulang kertas bekas menjadi paper clay dalam program Pendikresa Goes to School yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

KALIMANTAN TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Samarinda menggelar edukasi daur ulang kertas bagi anak-anak di Samarinda sejak 10 September hingga 25 Oktober 2026. Program Pendikresa Goes to School ini mengajarkan siswa mengubah limbah kertas menjadi lembaran kertas daur ulang hingga paper clay. Kegiatan menyasar sekolah, komunitas, guru, dan orang tua di sejumlah wilayah Kota Samarinda.

Samarinda, Kalimantan Timur — Edukasi lingkungan lewat praktik langsung jadi pendekatan yang dipilih Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk memperkenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak. Lewat program Pendikresa, peserta tidak hanya mendengar teori soal limbah kertas, tetapi ikut mempraktikkan proses mengubahnya menjadi produk baru yang bernilai guna.

Kegiatan bertajuk Pendikresa Goes to School – Edukasi Recycle Paper ini berlangsung bertahap sejak 10 September hingga 25 Oktober 2026. Sasaran program mencakup anak-anak, siswa, guru, orang tua, hingga komunitas di sejumlah wilayah Kota Samarinda.

Belajar dari Praktik, Bukan Sekadar Teori

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menilai edukasi lingkungan sejak usia dini penting untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan yang bisa diterapkan sehari-hari. Menurutnya, anak-anak menyerap pelajaran lebih baik ketika terlibat langsung dalam prosesnya.

"Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lakukan. Melalui Pendikresa Goes to School, kami ingin memperkenalkan bahwa kertas bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan proses yang tepat, limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Edi di Samarinda, Jumat (25/9/2026).

Pendikresa Goes to School merupakan pengembangan inovasi The Recycle Room. Dalam kegiatan ini, peserta bersama relawan Pendikresa belajar mulai dari mengenal limbah kertas, memahami proses daur ulang, mencetak lembaran kertas daur ulang, hingga membuat paper clay.

Sekolah dan Komunitas yang Terlibat

Sejumlah sekolah dan kelompok ikut serta dalam program ini. Di antaranya TK Ruhui Rahayu, KB-TK Nasional 3 Bahasa, Samarinda Playdate, SD Zaid bin Tsabit Sungai Kapih, TK Tunas Bengkuring, TK Islam Anak Sholeh, SDN 004 Sambutan, serta komunitas Ibu Profesional/IP Samkabar.

Pendekatan belajar sambil praktik diharapkan membuat edukasi lingkungan terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi anak-anak. Peserta juga mendapat kesempatan membawa pulang hasil karya yang mereka buat selama kegiatan.

"Harapannya, pengalaman membuat karya dari kertas bekas dapat menjadi pengalaman sederhana yang membekas bagi anak-anak. Dari sana, mereka dapat mulai melihat sampah dengan cara yang berbeda, memilah, menggunakan kembali, dan memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan kecil di rumah maupun di sekolah," tambah Edi.

Membuka Ruang Ekonomi bagi Relawan

Manfaat program ini tidak berhenti pada edukasi anak. Pendikresa Goes to School juga membuka ruang bagi relawan untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui produk hasil daur ulang yang mereka kembangkan.

Produk tersebut dapat diperkenalkan dan dipasarkan kepada peserta maupun orang tua. Dengan begitu, kegiatan ini turut mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga mendorong edukasi lingkungan yang kreatif dan aplikatif dengan melibatkan sekolah, komunitas, serta relawan. Anak-anak pun dikenalkan pada gagasan bahwa limbah yang selama ini dianggap sampah masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks