KALIMANTAN TENGAH — Penunjukan Igor Tolic sebagai nahkoda baru Persib Bandung diumumkan langsung oleh Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, di Graha Persib, Selasa (26/5/2026). Menurut Umuh, keputusan ini bukan tanpa pertimbangan matang. Ia menilai Igor memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, Bojan Hodak.
Kualitas Setara Bojan Hodak, Sudah Kenal Kultur Tim
“Dia punya level yang sama dengan Bojan Hodak. Bahkan, saat Bojan berhalangan memimpin latihan, Igor sering diberi kepercayaan mengambil alih,” jelas Umuh. Ia menambahkan bahwa Igor kerap memberikan arahan, nasihat, dan motivasi kepada para pemain, sehingga komunikasi dengan skuad sudah terbangun dengan baik.
Umuh menegaskan, mempertahankan sosok yang sudah memahami kultur tim jauh lebih baik ketimbang mencari pelatih baru dari luar. “Daripada mencari pelatih baru yang belum jelas, saya rasa Igor tidak jauh berbeda dari Bojan. Cara penyampaiannya juga sudah sejalan karena selama ini bekerja bersama,” imbuhnya.
Pelajaran dari Luis Milla: Reputasi Besar Belum Tentu Cocok
Umuh berkaca dari pengalaman Persib saat mendatangkan Luis Milla. Meski memiliki reputasi besar dan pernah melatih tim nasional, Milla dinilai kewalahan menangani Maung Bandung. Pengalaman ini menjadi salah satu alasan manajemen lebih memilih promosi internal ketimbang mencari nama besar baru. “Kami pernah mendatangkan Luis Milla. Dia pelatih hebat, tapi ternyata cukup kewalahan,” seloroh Umuh.
Target Juara dan Skuad Musim Depan
Dengan kepemimpinan baru ini, Umuh optimistis Persib bisa tampil lebih baik musim depan dan kembali meraih gelar juara. “Mudah-mudahan bersama Igor, musim depan Persib bisa lebih baik dan juara lagi,” harapnya. Namun, ia belum bisa memastikan durasi kontrak Igor, yang akan diumumkan langsung oleh manajemen.
Soal komposisi pemain, Umuh memberi sinyal akan ada beberapa pemain yang hengkang. “Mungkin ada beberapa pemain yang pergi, tapi masih pemain-pemain pelapis. Nanti informasinya akan menyusul,” ujarnya.
Beratnya Melepas Bojan Hodak
Di balik keputusan ini, Umuh mengaku berat melepas Bojan Hodak dari kursi pelatih. Ia mengenang momen emosional saat Bojan menyampaikan keputusannya. “Setelah kami juara, Bojan sebenarnya sudah sempat bicara. Saya lihat dia sampai berkaca-kaca karena mungkin tidak berani bicara langsung kepada saya,” cerita Umuh terharu.
Meski demikian, Bojan Hodak tidak sepenuhnya pergi. Ia tetap menjadi bagian dari Maung Bandung sebagai penasihat tim, memastikan transisi kepelatihan berjalan mulus. “Sebelum pulang kami sempat makan bersama di Bahe. Semua orang melihat Bojan seperti ingin menangis saat berbicara dengan saya. Jujur, saya sama sekali tidak menyangka dia akan meninggalkan jabatan pelatih,” tambah Umuh.