KUALA KAPUAS — Ketergantungan warga Kecamatan Kapuas Tengah pada transportasi sungai untuk menuju pusat kecamatan dinilai sudah tidak efektif. Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Kusmanto, mendesak pemerintah daerah segera membangun jembatan penghubung yang dapat memangkas waktu tempuh dan risiko perjalanan warga.
Warga Terkendala Waktu dan Cuaca
Saat ini, akses utama menuju Ibu Kota Kecamatan Kapuas Tengah hanya mengandalkan kapal feri penyeberangan. Kusmanto menyebut kondisi ini sangat merepotkan, terutama bagi warga yang harus bekerja, berdagang, atau mengurus administrasi ke kecamatan.
“Keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama ini akses transportasi masih bergantung pada jalur sungai dengan menggunakan kapal feri penyeberangan,” kata Kusmanto di Kuala Kapuas, Jumat.
Warga juga kerap menghadapi kendala saat cuaca buruk atau debit air sungai berubah drastis. Aktivitas sehari-hari pun kerap terganggu karena penyeberangan tidak bisa beroperasi optimal.
Feri Tutup Pukul 20.00 WIB, Warga Sakit Terpaksa Menunggu Pagi
Salah satu masalah paling krusial adalah jam operasional feri yang terbatas. Kapal penyeberangan tutup pukul 20.00 WIB dan baru beroperasi kembali pukul 06.00 WIB keesokan harinya.
“Yang dikhawatirkan apabila malam hari warga kita ada yang sakit, terpaksa harus bertahan menunggu pagi,” ujar legislator dari Partai Gerindra itu.
Kondisi ini membuat warga merasa tidak aman, terutama dalam situasi darurat medis. Kehadiran jembatan dinilai menjadi solusi paling mendesak untuk menjamin akses 24 jam.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian
Menurut Kusmanto, pembangunan jembatan tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Akses darat yang memadai akan memperlancar distribusi barang dan hasil pertanian masyarakat ke pusat kecamatan.
“Pelayanan publik yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat desa,” jelasnya.
Ia juga meminta perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah setempat turut berkontribusi. Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung warga.
Harapan Besar pada Bupati Kapuas
Kusmanto berharap ada sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam merealisasikan proyek ini. Ia menekankan bahwa aspirasi masyarakat sudah disampaikan langsung kepada Bupati Kapuas.
“Berdasarkan usulan dan aspirasi masyarakat agar Bupati Kapuas segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. Melewati kepemimpinan bupati sekarang, warga menaruh harapan besar terkait pembangunan jembatan ini, agar sesuai dengan visi misi Kapuas Bersinar,” demikian Kusmanto.
- Fakta Singkat:
- Warga di sejumlah desa di Kapuas Tengah masih bergantung pada kapal feri penyeberangan.
- Feri beroperasi terbatas, tutup pukul 20.00 WIB dan buka pukul 06.00 WIB.
- Akses darat dinilai lebih aman, cepat, dan efisien untuk mobilitas dan distribusi hasil pertanian.