KALIMANTAN TENGAH — Laporan Counterpoint Research yang dirilis Sabtu (23/5/2026) mencatat, volume pengiriman OPPO terkoreksi 24% secara tahunan. Namun, strategi perusahaan memperkuat portofolio kelas menengah—khususnya seri A—terbukti efektif menjaga posisi puncak.
Konsumen kelas menengah di Indonesia dinilai relatif tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga perangkat. Hal ini menjadi celah yang dimanfaatkan OPPO untuk terus menggenjot penjualan di segmen yang paling tertekan oleh inflasi komponen.
Xiaomi Makin Dekat, Agresif di Entry-Level
Pesaing terdekat, Xiaomi, berhasil mempersempit jarak menjadi hanya selisih 1% pangsa pasar—21% di Q1 2026, naik tipis dari 20% pada Q1 2025. Strategi Xiaomi bertumpu pada lini Redmi A-series yang menawarkan spesifikasi kompetitif dengan harga lebih murah.
Selain itu, ekspansi jaringan ritel melalui konsep toko baru yang mengintegrasikan ekosistem perangkat pintar turut memperkuat penetrasi Xiaomi di daerah. Meski pengiriman Xiaomi juga turun 4% year-on-year, angka itu jauh lebih kecil dibanding penurunan vendor lain.
Biaya Komponen Global Menekan Semua Pemain
Counterpoint mencatat, pengiriman smartphone nasional secara keseluruhan turun 9% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Kenaikan biaya komponen global menjadi biang keladi utama, ditambah melemahnya daya beli masyarakat yang membuat konsumen semakin menunda upgrade perangkat.
Kondisi ini memicu persaingan semakin sengit di segmen menengah dan entry-level—dua kategori yang menjadi tulang punggung pasar Indonesia. Vendor yang tidak mampu menawarkan nilai lebih di rentang harga Rp 2-5 juta diprediksi akan terus kehilangan pangsa.
Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?
Dengan jarak antara OPPO dan Xiaomi yang hanya 1%, dinamika kuartal kedua 2026 akan menjadi penentu. Jika OPPO gagal mempertahankan momentum seri A-nya, atau Xiaomi semakin agresif dengan strategi harga dan ritel, posisi puncak bisa berganti dalam waktu dekat.
Yang jelas, pasar smartphone Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan cepat. Konsumen tetap menjadi pihak yang paling diuntungkan: persaingan ketat artinya lebih banyak pilihan dengan harga kompetitif.