Pencarian

Podcast Kalteng Expo 2026 Dorong IKM Lokal Tembus Pasar Internasional, Fokus pada Produk Kerajinan Tangan

Kamis, 21 Mei 2026 • 12:18:32 WIB
Podcast Kalteng Expo 2026 Dorong IKM Lokal Tembus Pasar Internasional, Fokus pada Produk Kerajinan Tangan
Pelaku IKM Kalteng didorong menembus pasar internasional lewat produk kerajinan tangan.

PALANGKA RAYA — Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kalimantan Tengah didorong untuk tak hanya berjualan di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar internasional. Dorongan itu mengemuka dalam diskusi interaktif di Podcast Kalteng Expo 2026 yang digelar di halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Selasa (19/5/2026) malam.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdagperin Provinsi Kalteng, Evelyin Dian Mayasari, mengungkapkan bahwa produk kerajinan tangan atau handmade asal Kalteng memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasar global. "Negara luar sangat menyukai produk yang alami dan memiliki cerita (history), seperti kerajinan rotan, getah nyatu, madu kelulut, hingga bawang dayak yang berkhasiat herbal," ujarnya dalam podcast yang dipandu host dari Diskominfosantik Kalteng, Ika Alqinaya.

Nilai Jual Produk Lokal Bisa Berkali-kali Lipat di Pasar Global

Evelyin menyebutkan bahwa komoditas lokal seperti kerajinan rotan dan getah nyatu bukan sekadar barang, melainkan punya nilai sejarah dan kearifan lokal. Ia mencontohkan, harga produk-produk ini di pasar internasional bisa berkali-kali lipat dibandingkan harga di dalam negeri. "Nilai jual produk-produk ini di pasar global bisa berkali-kali lipat dibanding pasar domestik," katanya.

Meski potensinya besar, Evelyin tidak menampik adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi para pelaku IKM. Dua tantangan utama yang disorot adalah pemenuhan standar regulasi di negara tujuan serta konsistensi kuantitas produksi dalam jangka panjang. Tanpa dua hal itu, produk lokal sulit bersaing dengan produk dari negara lain.

Disdagperin Siapkan Program Pembinaan Berjenjang untuk IKM

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Disdagperin Kalteng telah menyiapkan sejumlah program pembinaan. Program itu meliputi bimbingan teknis, peningkatan kualitas kemasan melalui Rumah Kemasan, hingga fasilitasi akses pasar melalui Export Center. Semua fasilitas itu, menurut Evelyin, bisa diakses oleh pelaku IKM di seluruh Kalimantan Tengah.

Di penghujung diskusi, Evelyin memberikan motivasi kepada para pelaku usaha lokal. Ia menggaungkan slogan Kementerian Perdagangan, yaitu BISA Ekspor, yang merupakan singkatan dari Berani Inovasi, Siap Adaptasi. "Dunia kini ada di jempol kita melalui gadget dan internet. Jangan takut untuk memulai dari langkah kecil seperti mengirimkan sampel produk. Kuncinya adalah niat, menjaga kualitas produk, serta merawat kepercayaan buyer," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: haikalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks