PALANGKA RAYA — Malam grand final Pemilihan Jagau Nyai Kalteng 2026 siap digelar di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya. Acara yang terbuka untuk umum ini diperkirakan akan menarik ribuan pasang mata, baik dari kalangan masyarakat maupun pendukung dari masing-masing daerah.
Sebelum malam puncak, para finalis telah melewati serangkaian karantina dan pembekalan. Salah satu agenda yang telah berlangsung adalah Malam Unjuk Bakat, di mana peserta menunjukkan kemampuan seni dan wawasan kebudayaan Kalteng.
13 Kabupaten dan Kota Kirimkan Wakil Terbaik
Peserta grand final berasal dari perwakilan 12 kabupaten dan 1 kota. Daerah yang mengirimkan duta antara lain Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Kota Palangka Raya.
Setiap daerah mengirimkan satu pasang finalis putra dan putri yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota masing-masing. Mereka dinilai tidak hanya dari penampilan fisik, tetapi juga penguasaan adat, bahasa daerah, serta wawasan pariwisata dan budaya.
Pj Sekda: Jagau Nyai Bukan Sekadar Mahkota, Tapi Agen Perubahan
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalteng Linae memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengemban peran sebagai duta budaya dan pariwisata dari daerah masing-masing. Ia menegaskan, posisi Jagau dan Nyai memiliki tanggung jawab lebih luas dalam membangun citra positif Kalimantan Tengah.
“Pariwisata merupakan sektor strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas budaya lokal. Karena itu, diperlukan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah,” ujar Linae dalam sambutannya.
FBIM 2026: Pekan Budaya yang Menyemarakkan Bumi Tambun Bungai
Pemilihan Jagau Nyai Kalteng merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 yang berlangsung pada 17–23 Mei 2026. FBIM sendiri merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang promosi kekayaan seni dan tradisi Kalteng.
Dengan adanya grand final malam ini, panitia berharap antusiasme masyarakat semakin tinggi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga medium untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah generasi muda.
Pewarta: Antonius Sepriyono