GUNUNG MAS — Desa Karya Bhakti di Kecamatan Rungan resmi menjadi percontohan program ketahanan pangan keluarga terpadu yang digagas Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas. Program ini menyasar langsung kebutuhan pangan dasar rumah tangga.
Pemilihan desa ini tidak lepas dari potensi lokal dan keterbukaan masyarakat terhadap inovasi pangan. DPKP menilai Desa Karya Bhakti memiliki sumber daya alam yang mendukung, terutama untuk pengembangan perikanan dan pekarangan produktif.
“Kami melihat antusiasme warga cukup tinggi. Ini menjadi modal utama keberhasilan program,” ujar Kepala DPKP Gunung Mas, melalui keterangan yang diterima baru-baru ini.
Program ketahanan pangan keluarga terpadu ini tidak hanya berfokus pada satu sektor. DPKP mengintegrasikan budidaya ikan dalam kolam dengan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayur dan buah.
Pendekatan ini dirancang agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan protein dan vitamin secara mandiri. Hasil panen juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan jika berlebih.
Dalam pelaksanaannya, program di Desa Karya Bhakti bertumpu pada tiga pilar utama:
Warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga subjek aktif dalam perencanaan. Setiap kepala keluarga yang terdaftar dalam program ini diwajibkan mengikuti pelatihan dasar tentang manajemen pangan rumah tangga.
“Kami ingin ketahanan pangan ini berkelanjutan, bukan proyek sesaat. Karena itu, edukasi jadi bagian penting,” tambah Kepala DPKP.
Jika program percontohan di Desa Karya Bhakti berhasil, DPKP akan mereplikasi model ini ke desa-desa lain di Gunung Mas. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap tiga bulan untuk mengukur efektivitas dan tingkat kemandirian pangan warga.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat melalui ketersediaan pangan yang mudah diakses dari rumah sendiri.