PALANGKA RAYA — Eksistensi masyarakat Dayak di ibu kota Kalimantan Tengah kembali mendapat bukti konkret. Koperasi Persekutuan Dayak (KPD) baru saja meresmikan cabang toko serba ada keempatnya yang berlokasi di Jalan R.T.A. Milono Km. 6,5. Langkah ini tidak sekadar ekspansi bisnis, melainkan juga afirmasi bahwa identitas dan solidaritas ekonomi masyarakat adat masih hidup di tengah hiruk-pikuk perkotaan.
Dengan bertambahnya cabang keempat ini, KPD kini memiliki jaringan ritel yang tersebar di sejumlah titik strategis di Palangka Raya. Toko serba ada ini menjual berbagai kebutuhan pokok dan barang sehari-hari, dengan harga yang bersaing. Keberadaannya menjadi alternatif belanja bagi warga, sekaligus menjadi simbol bahwa koperasi berbasis komunitas adat mampu bersaing di pasar modern.
Judul pertanyaan "Masih Adakah Dayak Itu di Sini?" seolah terjawab sudah. KPD hadir bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat jaringan ekonomi antarwarga Dayak. Kehadiran toko keempat ini menunjukkan adanya permintaan pasar yang sehat serta kepercayaan anggota koperasi terhadap pengelolaan usaha bersama.
Peresmian cabang baru ini diyakini akan menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi di kawasan Jalan R.T.A. Milono. Dengan harga yang kompetitif, toko ini diharapkan menjadi pilihan utama warga di sekitar Km. 6,5. Keberhasilan KPD memperluas usahanya menjadi contoh nyata bahwa koperasi berbasis komunitas adat dapat menjadi pilar ekonomi yang tangguh di era modern.