KALIMANTAN TENGAH — Rombongan perwakilan AMPB memasuki pintu pejalan kaki Gedung DPR sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka dijemput menggunakan mobil khusus untuk menuju ruang pertemuan dengan pimpinan alat kelengkapan dewan.
Sebelumnya, massa yang tergabung dalam AMPB dan pengemudi ojek online (ojol) memadati kawasan Patung Kuda dan depan Gedung DPR. Mereka datang menggunakan lima bus dan enam kendaraan pribadi sejak pukul 06.00 WIB.
Koordinator AMPB, Supriyanto alias Botok, menegaskan aksi ini murni untuk mengawal aspirasi, bukan membuat kerusuhan. "Saya datang ke Jakarta tidak ada niat untuk membuat kerusuhan. Warga Pati, orang kampung datang ke Jakarta hanya mengawal aspirasi rakyat Indonesia," ujarnya di atas mobil komando.
"Sepakat," teriak Botok. "Sepakat," jawab massa serentak.
AMPB mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberlakukan hukuman mati bagi pelaku korupsi. "Sahkan RUU Perampasan aset dan hukum mati koruptor. Kita korbankan keluarga dan waktu karena korupsi sudah mengkhawatirkan dan merajalela," tegas Botok.
Korlap aksi AMPB, Novran, menyebut peserta yang hadir mencapai 500-600 orang. Jumlah itu disebutnya bisa bertambah karena aksi terbuka untuk publik. "Dari Pati dan Kudus jumlahnya sampai sini ada lima bus dan enam kendaraan pribadi. Ada sekitar 500-600 orang yang telah sampai sejak Subuh tadi," kata Novran.
Ia menambahkan, konsolidasi sengaja dibuat minim karena aksi ini terbuka bagi siapa pun yang memiliki visi sama. "Massa umum belum tahu ya, kita memang diminta minimnya konsolidasi karena ini terbuka untuk umum. Siapa pun yang akan hadir di sini, selama satu misi sama dengan kita, kita akan rangkul bersama-sama," jelasnya.
Selain AMPB, ratusan pengemudi ojol terpantau bergabung dalam aksi. Mereka memarkirkan kendaraan di sepanjang Jalan Gatot Subroto dan ikut berorasi mendukung tuntutan pemberantasan korupsi.
Pantauan di lapangan, arus lalu lintas di depan Gedung DPR sempat tersendat akibat konsentrasi massa. Petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya berjaga di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.
Audiensi dengan pimpinan DPR berlangsung tertutup. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pertemuan tersebut.