Hari Indonesia Menabung 2026: OJK Kalteng Jadikan Sekolah Rakyat Palangka Raya Garda Terdepan Literasi Keuangan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:19:02 WIB
Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 digelar OJK Kalteng di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Rabu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah menggandeng Sekolah Rakyat Palangka Raya untuk menanamkan kebiasaan menabung kepada pelajar dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026. Langkah ini diambil untuk menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuhnya generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial sejak usia dini.

PALANGKA RAYA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Rabu. Mengusung tema "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan", kegiatan ini menyasar peserta didik sebagai upaya membangun kecakapan finansial yang berkelanjutan.

Sekolah Jadi Pintu Masuk Budaya Menabung

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa kebiasaan menabung merupakan langkah paling sederhana untuk membangun kecakapan keuangan generasi muda. Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan memiliki peran penting yang tidak bisa dipisahkan dari pembentukan karakter finansial anak sejak usia sekolah.

“Literasi dan inklusi keuangan memiliki arti yang sangat penting. Kebiasaan menabung menjadi pintu masuk yang sederhana untuk membangun kecakapan tersebut," jelasnya di hadapan para pendidik dan peserta didik.

Melalui momentum ini, OJK mengajak seluruh elemen untuk bersinergi menghadirkan edukasi keuangan yang relevan di lingkungan pendidikan. “Mari bersinergi menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, mandiri dan berdaya secara finansial,” ajaknya.

Kolaborasi LJK dan Sekolah Rakyat

Penyelenggaraan puncak HIM 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen OJK bersama lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mendorong tumbuhnya budaya menabung. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa edukasi pengelolaan keuangan seharusnya ditanamkan sejak dini, bukan hanya bagi orang dewasa.

Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya Ranny Triayu Sintha menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kegiatan edukasi keuangan memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman langsung yang relevan bagi peserta didik dalam memahami pengelolaan uang.

“Edukasi seperti ini penting untuk membekali peserta didik dengan pemahaman yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebiasaan mengelola dan menabung dapat tumbuh sejak usia sekolah,” jelasnya.

Mengapa Literasi Keuangan Perlu Dimulai dari Bangku Sekolah?

Kebiasaan menabung yang terbentuk di usia sekolah dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kemandirian finansial seseorang. Dengan pemahaman yang benar sejak dini, anak-anak tidak hanya belajar menyisihkan uang, tetapi juga memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

OJK Kalteng berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kalteng. Sinergi antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang melek finansial.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top