PALANGKA RAYA — Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan adanya mutasi besar-besaran di lingkungannya. Pergantian ini mencakup pejabat utama di markas polda hingga lima kapolres di wilayah hukum setempat.
"Di dalam mutasi kali ini ada enam pejabat utama dan lima kapolres jajaran Polda Kalimantan Tengah yang mengalami pergantian," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/06/2026).
Enam jabatan utama di Polda Kalteng yang berganti meliputi Irwasda, Karorena, Karo SDM, Karolog, Dansatbrimob, dan Kabidkum. Posisi Irwasda kini dijabat Kombes Pol Djoko Susilo yang sebelumnya bertugas di Polda Aceh, menggantikan Kombes Pol Benny Ganda Sudjana.
Jabatan Karorena diisi Kombes Pol Susilo Setiawan yang berasal dari Polda Nusa Tenggara Barat. Ia menggantikan Brigjen Pol Andreas Wayan Wicaksana yang dimutasi sebagai Perwira Tinggi Polda Kalimantan Tengah dalam rangka memasuki masa pensiun.
Untuk Karo SDM, Kombes Pol Adewira Negara Siregar menggantikan Kombes Pol Leo Surya Nugraha. Sementara posisi Karolog kini diemban Kombes Pol Elijas Hendrajana. Jabatan Dansatbrimob juga berganti, dengan Kombes Pol Dieno Hendro Widodo menggantikan Kombes Pol Irwan Jaya.
Di bidang hukum, AKBP Jovan R. Sumual ditunjuk sebagai Kabidkum Polda Kalteng. Ia menggantikan Kombes Pol Ronny Yulianto yang mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Bantuan Hukum Divisi Hukum Polri.
Gerbong mutasi kali ini juga menyasar lima kapolres, yakni di Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Murung Raya. AKBP Arum Sari Puspita Dewi ditunjuk sebagai Kapolres Gunung Mas menggantikan AKBP Heru Eko Wibowo.
Jabatan Kapolres Kapuas kini diisi AKBP Rina Perwitasari menggantikan AKBP Gede Eka. Sementara itu, AKBP Joko Handono yang sebelumnya menjabat Kapolres Lamandau dipercaya sebagai Kapolres Kotawaringin Barat. Posisi Kapolres Lamandau selanjutnya diisi AKBP Eko Yusmiarto.
Adapun jabatan Kapolres Murung Raya kini dijabat AKBP Agung Gima yang menggantikan AKBP Frangki Matias.
Budi menegaskan bahwa mutasi merupakan mekanisme pembinaan karier dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri. "Mutasi ini merupakan hal yang biasa dalam rangka penyegaran organisasi dan pembinaan karier, serta untuk menambah pengalaman personel," ujarnya.