KALIMANTAN TENGAH — PT Pertamina Internasional EP (PIEP), anak usaha Pertamina Hulu Energi, kembali mendatangkan minyak mentah dari operasinya di Afrika Utara. Pengiriman kedua sepanjang 2026 ini menggunakan kapal tanker milik PT Pertamina Patra Niaga, MT Gamkonora, yang berangkat dari Port Arzew, Aljazair, pada 14 Mei lalu.
Minyak sebanyak 450.000 barel tersebut berasal dari lapangan Menzel Lejmat (MLN) Block 405a. Kapal bersandar di Kilang Cilacap untuk selanjutnya diolah menjadi bahan bakar minyak dan produk turunannya.
Ini bukan pengiriman pertama Pertamina dari Aljazair pada tahun ini. Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, perusahaan telah mengirimkan volume serupa ke Indonesia. PIEP bahkan telah menjadwalkan pengiriman ketiga yang dijadwalkan berangkat pada Agustus dan tiba di tanah air pada September 2026.
Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, mengatakan capaian ini menegaskan peran Pertamina sebagai pemain energi global. “Pengiriman ini memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan migas berkelas internasional yang kompetitif, sekaligus menjalankan mandat untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui operasi yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (26/6).
Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menjelaskan bahwa kedatangan minyak mentah dari Aljazair merupakan hasil sinergi berkelanjutan antar-entitas Pertamina. Perusahaan memastikan hasil produksi dari aset-aset luar negeri memberikan manfaat langsung bagi Indonesia.
“Sejalan dengan itu, PIEP mengoptimalkan nilai ekonomi dari produksi global melalui pemanfaatan peluang pasar internasional dan pengelolaan portofolio yang bernilai tambah,” kata Dhaneswari.
Dengan pengelolaan pasokan yang terencana dan sinergi operasional yang kuat, PIEP berkomitmen menjaga pasokan energi yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Pertamina di peta industri migas global, di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri.