LAMANDAU — Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Ketahanan Pangan memastikan operasi pasar akan digelar pada akhir Juli 2026. Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamandau menyebut operasi pasar menyasar komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga. "Kami akan menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/4/2025).
Beberapa komoditas utama yang diprioritaskan dalam operasi pasar antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Dinas Ketahanan Pangan juga akan memantau harga cabai dan bawang merah yang kerap menjadi penyumbang inflasi daerah.
Operasi pasar direncanakan berlangsung di sejumlah titik keramaian di Kecamatan Nanga Bulik dan sekitarnya. Pemkab Lamandau menggandeng Bulog setempat untuk memastikan pasokan barang mencukupi selama kegiatan berlangsung.
Pemilihan waktu akhir Juli 2026 tidak terlepas dari proyeksi kenaikan permintaan bahan pokok menjelang bulan-bulan tertentu. Dinas Ketahanan Pangan mencatat pola historis kenaikan harga kerap terjadi pada periode tersebut akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Selain itu, operasi pasar juga bertujuan menekan potensi spekulasi harga oleh pedagang eceran. Dengan menyediakan bahan pokok murah, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga tanpa harus terbebani lonjakan harga pasar.
Warga di Kabupaten Lamandau dapat membeli bahan pokok dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Operasi pasar ini menyasar ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang paling rentan terhadap gejolak harga.
Dinas Ketahanan Pangan juga membuka posko pengaduan jika ditemukan harga tidak wajar di pasar tradisional. "Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga layak," tambah Kepala Dinas.
Pemkab Lamandau berencana mengevaluasi hasil operasi pasar untuk menentukan kebijakan serupa di bulan-bulan mendatang. Jika antusiasme warga tinggi, frekuensi operasi pasar bisa ditambah menjadi sebulan sekali.