KALIMANTAN TENGAH — PT PP Properti Tbk (PPRO) menjadi salah satu pengembang pelat merah yang antre ambil bagian dalam Danantara Housing Expo 2026. Ajang ini digagas Danantara Indonesia untuk memasarkan proyek hunian milik BUMN yang selama ini belum terserap pasar.
Dalam pameran tersebut, PPRO berencana memperkenalkan delapan proyek unggulan yang tersebar di sejumlah kawasan padat permintaan. Direktur Utama PPRO, Dyah Rahadyannie, menyebut keikutsertaan ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah.
"Partisipasi PPRO dalam Danantara Housing Expo 2026 merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Delapan Proyek yang Ditawarkan
PPRO tidak main-main dalam ajang ini. Perusahaan mengerahkan proyek-proyek andalannya yang menyasar berbagai segmen pembeli, dari kelas menengah hingga premium. Berikut daftarnya:
- Grand Kamala Lagoon di Bekasi
- Grand Sungkono Lagoon di Surabaya
- The Ayoma Apartment di Serpong
- Evenciio Apartment di Depok
Selain empat proyek tersebut, PPRO masih menyiapkan sejumlah hunian lain yang akan diumumkan menjelang pelaksanaan expo. Mayoritas proyek berlokasi di penyangga Jakarta dan kota besar lain yang permintaan rumahnya terus tumbuh.
Insentif DP 1 Persen dan Bunga 2,75 Persen
Menarik minat konsumen di tengah daya beli yang belum pulih sepenuhnya bukan perkara mudah. PPRO sadar betul soal itu. Karena itu, perusahaan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyiapkan skema pembiayaan yang lebih ringan.
Pembeli cukup menyiapkan uang muka 1 persen dari harga rumah. Suku bunga KPR pun dimulai dari 2,75 persen dengan tenor maksimal 30 tahun. Dengan skema itu, cicilan bulanan bisa ditekan mulai Rp 1 jutaan.
"Kami ingin menghadirkan hunian berkualitas dengan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat melalui sinergi bersama Danantara dan Himbara," kata Dyah.
Target: Penjualan Naik dan Pasar Makin Luas
Manajemen PPRO menaruh harapan besar pada ajang ini. Selain menuntaskan stok yang ada, expo ini dinilai menjadi momentum tepat untuk memperluas jangkauan pembeli, terutama mereka yang selama ini ragu masuk pasar properti karena terkendala DP dan bunga.
"Kami optimistis Danantara Housing Expo akan menjadi momentum positif untuk meningkatkan penjualan proyek-proyek PPRO. Dengan dukungan berbagai insentif dan kemudahan pembiayaan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah," tuturnya.
Langkah PPRO ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah mendorong penyerapan rumah lewat skema kolaborasi antara pengembang BUMN, Danantara, dan perbankan nasional. Jika berhasil, pola ini bisa menjadi blueprint bagi BUMN properti lain yang masih memegang banyak stok unit terjual maupun belum terjual.