KALIMANTAN TENGAH — Keputusan Daihatsu untuk tidak merombak total Terios di pameran GIIAS 2026 mungkin mengecewakan sebagian penggemar yang menantikan generasi baru. Namun dari kacamata bisnis, langkah ini justru rasional. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melihat produk lamanya masih punya daya tarik kuat di segmen yang mereka garap, terbukti dari pangsa pasar yang masih dominan.
Kontribusi Penjualan Terios Masih di Atas 40 Persen
Marketing Director & Corporate Function Director PT ADM, Rokky Irvayandi, mengungkapkan bahwa keputusan mempertahankan model saat ini didasari hasil pemantauan pasar yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan langsung di arena GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (31/7/2026).
"Sebenarnya, kita terus melakukan studi, kita lihat bagaimana penerimaan produk kami di pasar, kami selalu melalui monitor itu. Dan kalau kita lihat, per saat ini Terios itu main di segmennya SUV medium di bawah Rp 300 juta. Kontribusinya masih di atas 40%. Dan bahwa market ini masih menerima dengan baik Terios," ujar Rokky.
Angka 40 persen tersebut menjadi alasan utama mengapa Daihatsu enggan mengambil risiko besar dengan platform atau desain anyar. Ketika permintaan stabil dan kompetitor belum mampu menggeser posisi, menyegarkan model yang ada dianggap lebih efisien ketimbang investasi besar untuk generasi baru.
Terios Special Edition: Penyegaran Terbatas Tanpa Ubahan Fundamental
Alih-alih menghadirkan model baru, Daihatsu memilih memperkenalkan Terios Special Edition yang dijual eksklusif selama GIIAS 2026. Varian ini dibangun dari basis Terios 1.5 X A/T dengan sentuhan visual yang lebih agresif. Ubahan eksterior mencakup warna two-tone dengan atap hitam, velg black gloss, emblem dark chrome, spion dan door handle hitam, serta side sticker baru.
Masuk ke kabin, penyegaran dilakukan lewat aksen silver pada dashboard dan kisi-kisi AC. Bezel serta cover transmisi mendapat sentuhan black metallic yang dipadukan chrome inside door handle untuk memperkuat kesan premium. Fitur keamanan tambahan berupa rear camera juga disematkan untuk memudahkan manuver mundur.
Rokky menegaskan bahwa model ini murni untuk memeriahkan pameran, bukan sinyal kehadiran generasi penerus. "Untuk Terios Special Edition memang spesial kita buat untuk meramaikan event ini. Jadi, khusus di GIIAS saja, jumlahnya pun terbatas 20 unit," tambahnya.
Harga dan Nilai yang Ditawarkan
Dengan banderol Rp 264.350.000, Terios Special Edition diposisikan sebagai varian tertinggi di jajarannya. Harga ini hanya Rp 10 juta lebih mahal dari varian X A/T standar yang menjadi basisnya. Selisih tersebut terbilang wajar mengingat tambahan aksesori eksterior, sentuhan interior, dan kelangkaan unit yang hanya 20 buah.
Bagi konsumen yang mencari SUV 7-seater dengan mesin 1.5L yang sudah terbukti keandalannya, Terios Special Edition menawarkan nilai lebih dari sekadar tampilan. Namun perlu dicatat, tidak ada perubahan pada sektor mesin, transmisi, atau platform — semua masih identik dengan Terios yang sudah beredar sejak beberapa tahun terakhir.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Ketersediaan sangat terbatas — hanya 20 unit dan khusus selama GIIAS 2026, tidak akan dijual setelah pameran usai
- Ubahan murni kosmetik, tidak ada peningkatan fitur keselamatan aktif seperti ADAS atau perubahan sistem infotainment
- Harga mendekati kompetitor yang sudah menawarkan generasi lebih baru dengan platform segar
- Nilai jual kembali edisi khusus bisa menjadi pertimbangan tersendiri, mengingat jumlahnya yang langka
Terios Special Edition adalah pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan tampilan lebih sporty tanpa mengorbankan kepraktisan yang sudah dikenal dari Terios. Namun bagi konsumen yang menunggu lompatan teknologi atau desain signifikan, edisi ini jelas bukan jawabannya. Keputusan Daihatsu mempertahankan model lama menunjukkan keyakinan mereka pada loyalitas pasar, dan angka kontribusi 40 persen membuktikan strategi tersebut masih bekerja.