KALIMANTAN TENGAH — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis data perdagangan periode Januari hingga Juni 2026. Total distribusi motor baru dari pabrik ke dealer sepanjang semester pertama tahun ini tercatat 3.129.587 unit. Angka itu tumbuh tipis 0,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3.104.629 unit.
Lima anggota AISI—Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS—menjadi motor penggerak pasar. Dari data yang dihimpun, penjualan bulanan sempat mengalami fluktuasi. Setelah mencatatkan angka tinggi di awal tahun, pasar sempat kehilangan momentum pada Maret dengan penjualan hanya 448.974 unit, lalu bangkit lagi di April dengan 520.972 unit.
Honda Kuasai Pasar, Retail Tembus 400 Ribun Unit
PT Astra Honda Motor (AHM) masih mendominasi pangsa pasar. Direktur Pemasaran AHM Octavianus Dwi Putro mengungkapkan penjualan ritel Honda pada Juni 2026 berada di kisaran 400.000 unit. Meski enggan merinci angka pastinya, ia memastikan kinerja sepanjang semester pertama tahun ini tumbuh positif.
"Satu semester lumayan lah, double digit," ujar Octavianus saat ditanya soal pertumbuhan penjualan Honda. Ia hanya bersedia memaparkan data ritel perusahaannya dan menolak berkomentar mengenai merek lain.
Kinerja Honda yang solid menjadi salah satu penopang utama total industri. Tanpa kontribusi pabrikan asal Jepang itu, angka semester I kemungkinan tidak akan mencapai 3,1 juta unit.
Fluktuasi Bulanan, Juni Kembali ke Level 500 Ribuan
Data AISI menunjukkan pola penjualan yang tidak linear sepanjang semester I. Januari menjadi bulan dengan distribusi tertinggi, mencapai 577.763 unit. Disusul Februari dengan 587.354 unit. Namun, Maret menjadi titik terendah dengan hanya 448.974 unit.
Setelah itu, pasar mulai membaik. April mencatat 520.972 unit, lalu Mei turun lagi menjadi 479.388 unit. Baru pada Juni, penjualan kembali menembus angka 500 ribu unit dengan total 515.136 unit. Pola ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih rentan terhadap faktor musiman dan kondisi ekonomi.
Meski secara tahunan tumbuh tipis, capaian semester I 2026 tetap menjadi sinyal positif di tengah gejolak ekonomi global dan domestik. Industri otomotif roda dua di Indonesia masih mampu mempertahankan momentum pertumbuhan.