Pencarian

Vinton Cerf, Arsitek Internet, Pensiun dari Google Setelah 20 Tahun sebagai Chief Internet Evangelist

Rabu, 01 Juli 2026 • 10:28:01 WIB
Vinton Cerf, Arsitek Internet, Pensiun dari Google Setelah 20 Tahun sebagai Chief Internet Evangelist
Vinton Cerf mengakhiri kariernya sebagai Chief Internet Evangelist Google setelah 20 tahun.

KALIMANTAN TENGAH — Vinton Cerf akan mengakhiri masa baktinya sebagai Vice President dan Chief Internet Evangelist Google pekan depan. Ini menandai pensiunnya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah teknologi. Pengumuman itu disampaikan Dave Patterson, profesor UC Berkeley yang dikenal sebagai pengembang arsitektur prosesor RISC, saat berbicara di konferensi Open Frontier yang digelar Laude Institute.

"Vint sudah bekerja di Google selama lebih dari 20 tahun, dan dia akan pensiun seminggu dari hari ini. Jadi saya pikir kita perlu memberinya tepuk tangan untuk karier yang relatif baik," ujar Patterson, disambut sorak hadirin. Hingga berita ini diturunkan, Google belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi.

Siapa Vinton Cerf dan Apa Kontribusinya?

Bersama Robert Kahn, Cerf adalah arsitek di balik protokol TCP/IP — seperangkat aturan dasar yang memungkinkan berbagai jaringan komputer saling berkomunikasi. Karya ini, yang dikembangkan sejak era 1970-an, menjadi fondasi internet modern. Atas kontribusinya, Cerf menerima berbagai penghargaan bergengsi: Presidential Medal of Freedom, Turing Award, dan puluhan gelar kehormatan dari universitas di seluruh dunia.

Pekerjaan Terakhir: Menginjili Internet yang Sudah "Terinjili"

Sejak 2005, Cerf menjabat sebagai chief internet evangelist di Google. Perannya: mempromosikan dan memperluas adopsi internet serta teknologi terkait. Dalam konferensi itu, Patterson bercanda bahwa internet sudah sepenuhnya "terinjili", baik maupun buruk.

Cerf dikenal dengan gaya berpakaian khasnya: setelan jas tiga potong. Patterson mengenang Cerf sebagai mahasiswa pascasarjana di era 1970-an yang selalu datang dengan kemeja dan dasi. "Dia selalu menjadi ilmuwan komputer dengan pakaian terbaik yang pernah saya temui," kata Patterson. Cerf membenarkan hal itu: "Saya bahkan punya rompi. Untuk menonjol, saya memilih berpakaian berbeda, bukan dengan rambut panjang atau tindik."

Ramalan Cerf Soal Masa Depan AI dan Protokol Standar

Cerf berbicara dalam panel bersama ilmuwan komputer lain: François Chollet (pembuat pustaka Keras), John Ousterhout (pengembang bahasa Tcl), dan Matei Zaharia (co-founder Databricks). Diskusi menyoroti masalah sentralisasi model AI canggih di segelintir laboratorium besar — berbeda dengan sifat internet terbuka yang terdesentralisasi. Namun, Cerf justru memprediksi kebangkitan protokol standar justru akan didorong oleh AI.

"Model AI agentic, dengan banyak agen dari berbagai sumber yang saling berinteraksi, akan memaksa adanya komposabilitas, interoperabilitas, dan standarisasi," ujar Cerf. Menurutnya, perusahaan yang pertama mendefinisikan standar interoperabilitas ini bisa memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana ekonomi agen bekerja — mirip dengan perang protokol di awal internet.

Mengenai bahasa yang digunakan agen AI, Cerf menolak gagasan bahwa bahasa alami seperti Inggris sudah cukup. "Saya rasa Inggris bukan pilihan terbaik. Ada fleksibilitas, tapi juga ambiguitas. Presisi untuk interaksi antar-agen akan sangat penting. Seorang agen harus benar-benar yakin agen lain memahami apa yang baru saja mereka sepakati," jelasnya. Ia menganalogikan komunikasi antar-agen dengan bahasa alami seperti permainan telepon berantai: "Bayangkan sekelompok agen berbicara satu sama lain dalam bahasa alami. Itu cukup mengerikan."

Apa Artinya Pensiunnya Cerf bagi Industri Teknologi?

Pensiunnya Cerf menutup satu babak penting dalam sejarah internet dan Google. Sebagai figur yang menjembatani era awal internet dengan era komersialisasi dan AI, kepergiannya meninggalkan celah kepemimpinan pemikiran yang sulit diisi. Meski demikian, prediksinya tentang pentingnya standarisasi di era AI bisa menjadi warisan yang terus relevan — terutama saat industri bergerak menuju agen otonom yang saling berkomunikasi. Bagi pengguna Indonesia, pesan Cerf mengingatkan bahwa interoperabilitas — kemampuan berbagai sistem untuk bekerja sama — tetap menjadi prinsip kunci, baik di internet maupun di era AI nanti.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks