PALANGKA RAYA — Sebagian besar penyerapan gabah di Kalimantan Tengah terkonsentrasi di tiga kabupaten, yakni Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. Ketiga wilayah tersebut saat ini masih dalam masa tanam dan diproyeksikan mulai panen pada akhir Juni atau awal Juli mendatang.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menyatakan pihaknya siap terus menyerap hasil panen dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Untuk gabah kering panen, Bulog membeli sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium dihargai Rp12.000 per kilogram.
Stok Beras Capai 17 Ribu Ton, Aman hingga Akhir Tahun
Erwin memaparkan bahwa Bulog Kalteng saat ini memiliki ketersediaan sebanyak 17 ribu ton setara beras. Jumlah ini akan terus bertambah seiring proses penyerapan yang masih berjalan di berbagai kabupaten.
"Jadi stok beras di Bulog Kalteng akan sangat aman sampai akhir tahun ini," jelas Erwin di Palangka Raya, Rabu.
Dukungan terhadap Target Nasional 3 Juta Ton
Penyerapan di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari upaya Bulog secara nasional yang menargetkan penyerapan hasil panen petani lokal sebanyak 3,01 juta ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Erwin menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog.
Fakta Singkat Penyerapan Gabah Bulog Kalteng
- Total gabah terserap: 14.130 ton atau 7.258 ton setara beras
- Tiga kabupaten penyumbang utama: Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur
- Harga gabah kering panen: Rp6.500 per kilogram
- Harga beras medium: Rp12.000 per kilogram
- Stok beras saat ini: 17 ribu ton setara beras
Dia menyampaikan kinerja Bulog baik untuk Kalimantan Tengah maupun secara nasional tersebut menjadi bukti Indonesia kian kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan.