KUALA KURUN — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) mulai menjalankan pembinaan terpadu Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di empat kecamatan. Program ini menyasar 12 desa yang tersebar di wilayah tersebut sebagai upaya memperkuat layanan kependudukan dan ketahanan keluarga.
Kampung KB merupakan program strategis nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan dasar—dari kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga—dalam satu kawasan desa atau kelurahan. Di Gunung Mas, pembinaan dilakukan secara terpadu oleh lintas sektor untuk memastikan setiap desa sasaran memiliki kelengkapan administrasi dan program yang berjalan optimal.
Empat Kecamatan dan 12 Desa Jadi Prioritas
Kepala DPPKB Gunung Mas melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga, Anetha Yuliantie, menyebutkan pembinaan difokuskan di empat kecamatan. Masing-masing kecamatan memiliki beberapa desa yang menjadi lokus program.
“Kampung KB ini menjadi ujung tombak pembangunan keluarga di desa. Kami pastikan setiap desa sasaran mendapat pendampingan dan pembinaan secara berkala,” ujar Anetha dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, baru-baru ini.
Fokus Pembinaan: Administrasi hingga Pelayanan Lapangan
Pembinaan terpadu mencakup sejumlah aspek, mulai dari kelengkapan data kependudukan, aktivitas kelompok kegiatan (Poktan), hingga ketersediaan sarana prasarana pendukung. Tim dari DPPKB turun langsung ke desa untuk mengevaluasi dan memberikan bimbingan teknis kepada kader Kampung KB setempat.
Selain aspek administrasi, program ini juga menyoroti partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu, bina keluarga balita (BKB), dan pusat informasi konseling remaja (PIK-R). Kader di desa diharapkan mampu menggerakkan warga untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.
Mengapa Kampung KB Diperkuat di Gunung Mas?
Kabupaten Gunung Mas memiliki wilayah yang luas dengan sebaran desa yang cukup terpencil. Akses terhadap layanan kependudukan dan keluarga berencana kerap menjadi tantangan. Melalui Kampung KB, pemerintah ingin mendekatkan layanan tersebut ke tingkat RT dan dusun.
Anetha menambahkan, pembinaan ini juga bertujuan mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga nasional di daerah. “Kami ingin setiap desa sasaran bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam pengelolaan program kependudukan,” katanya.
Pembinaan tahap awal telah dilakukan di sejumlah desa dan akan berlanjut secara bertahap hingga seluruh desa sasaran menerima pendampingan yang sama. DPPKB Gunung Mas juga membuka ruang koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk memastikan keberlanjutan program.