PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah memastikan pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang, TV Interaktif, dan layanan internet Starlink menjadi tulang punggung kelangsungan belajar mengajar di tengah darurat kabut asap. Langkah ini diambil setelah sejumlah wilayah di provinsi tersebut, seperti Kabupaten Gunung Mas, memutuskan mengalihkan proses belajar dari tatap muka ke sistem jarak jauh.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menegaskan bahwa kebijakan PJJ bukan alasan untuk melonggarkan kedisiplinan maupun tanggung jawab dalam proses pendidikan. Ia justru menilai kondisi karhutla saat ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan memanfaatkan teknologi, tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan siswa.
"Kami mengingatkan kondisi di setiap wilayah dapat berbeda, sehingga informasi dari sekolah dan siswa penting dalam menentukan langkah pembelajaran maupun pemantauan di lapangan," ucap Reza di Palangka Raya.
Salah satu sekolah yang pelaksanaan PJJ-nya sempat terpantau langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran adalah SMA Negeri 1 Tewah di Kabupaten Gunung Mas. Pemantauan dilakukan melalui layar Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla yang berada di halaman Istana Isen Mulang.
Dalam kesempatan itu, Agustiar menyapa para siswa dan menegaskan bahwa kualitas belajar tidak ditentukan oleh ruang kelas. Menurutnya, efektivitas pembelajaran lebih bergantung pada niat dan kemauan masing-masing pelajar.
"Tidak ada perbedaan. Sebenarnya tergantung dari niat anak-anakku sekalian. Kemauannya, tekadnya, di manapun tempatnya belajar," ucap Gubernur Agustiar.
Kepala Disdik Kalteng menyampaikan bahwa komunikasi langsung dengan pihak sekolah dan siswa menjadi kunci dalam menentukan langkah pembelajaran selanjutnya. Melalui kanal komunikasi tersebut, pihaknya tidak hanya memantau keberlangsungan proses belajar mengajar selama PJJ, tetapi juga memperoleh informasi faktual mengenai kondisi yang dialami siswa di daerah-daerah terdampak kabut asap.
Layanan pendidikan di Kalimantan Tengah dipastikan tetap berjalan, termasuk bagi sekolah yang berada di daerah dengan kondisi khusus akibat karhutla. Pemprov Kalteng berkomitmen menjaga keberlanjutan aktivitas belajar siswa di tengah situasi darurat. (Antara)