SMAN 1 Sepang Terpilih Jadi Sekolah Model Coding dan AI di Kalteng

Penulis: Lukman Hakim  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:21:30 WIB
SMAN 1 Sepang resmi menjadi sekolah model implementasi pembelajaran mendalam dan coding AI di Kalimantan Tengah.

KUALA KURUN — SMAN 1 Sepang kini mengemban mandat baru sebagai pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penunjukan ini menjadikan sekolah di Kabupaten Gunung Mas tersebut sebagai satu dari hanya dua SMA di Kalimantan Tengah yang dipercaya oleh pemerintah pusat.

Kepala SMAN 1 Sepang, Suyono, menjelaskan bahwa kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Program ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan teknologi dan metode belajar yang lebih substantif.

“Di Kalteng ada dua SMA yang dipercaya untuk menjadi Sekolah Model Implementasi PM dan KKA. Salah satunya kami,” ujar Suyono saat dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu.

Fokus pada Analisis Masalah dan Literasi Digital Siswa

Melalui skema Pembelajaran Mendalam, pola edukasi di sekolah yang terletak di Kelurahan Sepang Simin ini akan bergeser. Peserta didik tidak lagi diarahkan untuk sekadar menghafal materi, melainkan dilatih untuk menganalisis, mencipta, hingga memecahkan masalah secara mandiri.

Suyono menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi pilihan bagi pelajar saat ini. Literasi digital dan kemampuan numerasi dipandang sebagai fondasi wajib agar lulusan mampu menjadi inovator di masa depan, bukan sekadar pengguna teknologi.

Pihak sekolah berkomitmen menjawab tuntutan kualitas lulusan yang kini semakin kompleks. Kualitas siswa tidak lagi diukur hanya dari nilai akademik di atas kertas, melainkan dari keutuhan karakter dan kompetensi nyata.

Komitmen Ciptakan Lingkungan Belajar Tanpa Perundungan

Peluncuran program yang berlangsung pada Selasa (5/5) ini juga dibarengi dengan deklarasi sekolah aman dan nyaman. SMAN 1 Sepang menegaskan bahwa inovasi teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan dampak maksimal jika siswa belajar dalam kondisi cemas.

“Peluncuran juga dirangkai dengan deklarasi sekolah aman dan nyaman yang dilakukan para pemangku kepentingan,” kata Suyono. Pihak sekolah berkomitmen menghadirkan zona pendidikan yang bebas dari praktik perundungan, intoleransi, hingga segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.

Untuk mendukung visi tersebut, sekolah memperkuat delapan dimensi Profil Lulusan. Dimensi ini mencakup aspek keimanan, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, komunikasi, kemandirian, kesehatan, serta kemampuan kolaborasi antar-siswa.

Sinergi Strategis dengan Pemangku Kepentingan Pendidikan

Implementasi program sekolah model ini dipastikan tidak berjalan sendiri. SMAN 1 Sepang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra strategis, termasuk dukungan dari Dinas Pendidikan Kalteng, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK).

Dukungan dari orang tua siswa dan pemangku kepentingan lainnya disebut sebagai penggerak utama keberhasilan program ini. Kerja sama lintas sektor diharapkan mampu memastikan keberlanjutan kurikulum berbasis AI dan koding di tingkat menengah atas.

Kegiatan peluncuran tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi pelepasan siswa kelas XII. Dalam momen apresiasi bagi siswa berprestasi tersebut, Suyono berpesan agar para lulusan terus menjaga nama baik almamater dan membawa nilai-nilai kebaikan di jenjang pendidikan berikutnya.

Reporter: Lukman Hakim
Back to top