PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memulai tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026. Agenda ini dipusatkan di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, untuk menyaring putra-putri terbaik daerah yang akan bertugas pada upacara kemerdekaan mendatang.
Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Darliansjah, menegaskan bahwa seleksi ini merupakan proses strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh. Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wadah pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme.
“Program ini merupakan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada pengibaran bendera, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pembinaan lanjutan bagi purna paskibraka sebagai Duta Pancasila. Seluruh peserta yang hadir di sini dipersiapkan menjadi generasi penggerak dan teladan,” ujar Darliansjah saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng.
Dalam proses penjaringan tahun ini, Pemprov Kalteng menekankan empat aspek utama yang harus dimiliki setiap calon anggota Paskibraka. Keempat poin tersebut meliputi attitude (adab), mindset (pola pikir kritis), character (unggul), serta skill (keterampilan inovatif).
Darliansjah juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai lokal "Belom Bahadat" atau hidup beradab. Nilai ini menjadi fondasi bagi pemuda Kalteng untuk tetap berintegritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pemerintah daerah menjamin seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan objektif. Hal ini dilakukan guna memastikan mereka yang terpilih benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik dari Bumi Tambun Bungai.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Fajar Sriningsih, melaporkan bahwa seleksi kali ini diikuti oleh 74 peserta. Angka tersebut diambil dari total kuota yang disediakan sebanyak 84 orang dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Berikut adalah rincian jumlah peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi:
Seluruh rangkaian kegiatan seleksi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2026. Panitia telah menetapkan dua lokasi utama untuk berbagai tahapan pengujian, yakni Asrama Haji Transit Palangka Raya dan Lapangan Sanaman Mantikei.
Selama masa seleksi, para peserta diminta menjaga kondisi fisik dan mental secara optimal. Disiplin ketat akan diberlakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka mengemban tanggung jawab sebagai pengibar bendera pusaka.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi unggul berjiwa nasionalis dan berlandaskan Pancasila demi Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Bermartabat, serta berkontribusi bagi Indonesia Emas,” pungkas Darliansjah.