Palangka Raya — Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah, Norhani, menekankan bahwa kesuksesan membangun usaha tidak sekadar bergantung pada keterampilan teknis. Beliau menekankan pentingnya ketahanan mental dan kemampuan belajar dari kegagalan sebagai fondasi utama.
Dalam sesi perkuliahan kewirausahaan di Auditorium FISIP-ADKOM Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Norhani mengungkapkan bahwa banyak calon wirausahawan keliru mengutamakan aspek teknis. "Banyak calon wirausahawan terjebak pada anggapan bahwa keterampilan teknis menjadi faktor penentu keberhasilan. Padahal, kemampuan menghadapi kegagalan dan menjaga konsistensi justru lebih menentukan," ujarnya.
Perspektif ini menekankan bahwa seorang wirausahawan harus berani menghadapi kegagalan dan mampu bangkit untuk belajar dari pengalaman. Dalam kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan, ketangguhan mental menjadi pembedaan nyata antara usaha yang bertahan dan yang kolaps.
Kepala Disdagperin mendorong mahasiswa untuk memulai membangun karakter diri sejak dini. Aspek-aspek seperti disiplin, daya tahan, dan komitmen jangka panjang dalam menjalankan usaha menjadi modal yang tidak dapat ditawar. "Tanpa mental yang kuat, usaha akan sulit bertahan dalam persingan," tegas Norhani.
Selain ketahanan mental, beliau juga menekankan pentingnya semangat tinggi dan komitmen berkelanjutan untuk memberikan hasil terbaik. Kombinasi ketiga elemen ini—pola pikir tangguh, karakter kuat, dan dedikasi konsisten—menjadi fondasi bagi wirausahawan yang visioner.
Perkembangan sektor kewirausahaan di Kalimantan Tengah dinilai menunjukkan momentum yang menjanjikan. Minat masyarakat untuk membangun usaha mandiri terus meningkat dari waktu ke waktu, mencerminkan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi lokal.
"Perkembangan wirausaha di Kalimantan Tengah saat ini tergolong baik dan terus menunjukkan arah yang positif," ujar Norhani. Tren ini membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi aktif pada pertumbuhan ekonomi regional.
Kegiatan perkuliahan ini merupakan bagian dari strategi menghubungkan pengalaman praktis pemerintah daerah dengan dunia akademik. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, melainkan juga memahami tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Dengan memberikan wawasan langsung dari pemimpin sektor perdagangan dan perindustrian, mahasiswa diharapkan dapat memasuki dunia kerja dengan perspektif yang lebih realistis dan persiapan mental yang lebih matang.