KALIMANTAN TENGAH — Trine Dyrholm, Christian Slater, dan Dree Hemingway dikonfirmasi membintangi "Incidents of Intimacy", film kedua dalam koleksi Dogma25 garapan rumah produksi Denmark, Zentropa. Proyek ini disutradarai Jesper Just, yang baru menyelesaikan naskahnya bersama penulis Sissel Dalsgaard Thomsen. Dogma25 sendiri pertama kali diumumkan di Festival Film Cannes tahun lalu sebagai upaya menghidupkan kembali Manifesto Dogma 1995.
Zentropa mengumumkan "Incidents of Intimacy" sebagai produksi kedua dalam rangkaian Dogma25, setelah proyek perdana diumumkan di Cannes. Film ini menandai debut Jesper Just sebagai sutradara film panjang, setelah namanya dikenal sebagai seniman visual dengan karya yang dipamerkan di Metropolitan Museum of Art, Guggenheim Museum, hingga Tate Modern.
Sinopsis: Perempuan yang Mencuri Objek untuk Merasakan Intimasi
Trine Dyrholm berperan sebagai seorang perempuan yang tidak mampu mengakses dan mengakui perasaannya sendiri. Alih-alih membangun kedekatan dengan orang lain, ia menciptakan intimasi dengan mencuri objek milik orang lain.
Setelah merasakan reaksi emosional melalui objek-objek tersebut, ia mengarsipkannya di lemari sebagai semacam arsip intimasi pribadi. Sistem ini goyah ketika sebuah hubungan triangular muncul dan membuat emosi terlepas dari asalnya, beredar secara independen.
Perlahan-lahan, benda-benda itu hidup sendiri dan kendali yang selama ini ia pegang lepas dari genggamannya. Dunia yang terkontrol berubah menjadi situs horor emosional saat realitas baru muncul, diciptakan dan didominasi oleh perasaan-perasaan otonom.
Pemain Pendukung dan Jejak Dyrholm di Dogma
Selain tiga nama utama, film ini juga dibintangi aktor Denmark Johannes Lilleøre ("Unit One"), Julie Agnete Vang ("The Commune"), Laura Drasbæk ("The Killing"), dan Michael Moritzen ("The Legacy").
Keterlibatan Dyrholm di proyek ini terasa seperti pulang ke rumah. Aktris kelahiran 1972 itu pernah menjadi bagian dari ensembel "The Celebration" arahan Thomas Vinterberg, film pertama yang diproduksi di bawah manifesto Dogma original dan memenangi Jury Prize di Cannes.
Sejak itu, namanya melejit lewat sejumlah judul bergengsi seperti "In A Better World" arahan Susanne Bier yang menang Oscar, "A Royal Affair" karya Nikolaj Arcel, "Queen of Hearts" garapan May el-Toukhy, serta "The Girl With The Needle" dan "Beginnings".
Christian Slater juga bukan nama asing bagi Zentropa. Aktor pemenang Golden Globe lewat "Mr. Robot" itu pernah muncul dalam peran pendukung di "Nymphomaniac" (2013) arahan Lars von Trier. Sementara Dree Hemingway dikenal lewat "Starlet" garapan Sean Baker, seri "Love Story" di FX, dan "While We're Young".
Lima Sutradara, Sepuluh Dogma Baru
Dogma25 digagas oleh May el-Toukhy, sutradara yang baru saja memenangi Golden Lion di Venice lewat "Woman Unknown". Ia menjadi salah satu dari lima sutradara yang menggarap film di bawah aturan ini, bersama Milad Alami, Annika Berg, Isabella Eklöf, dan Jesper Just.
Kelima sineas itu membentuk kolektif artistik berdasarkan manifesto bersama dan sumpah suci baru berisi sepuluh dogma. Tujuannya melindungi integritas artistik film panjang dan menciptakan ruang bagi penceritaan sinematik yang tanpa kompromi.
Naskah "Incidents of Intimacy" ditulis tangan oleh Just dibantu Sissel Dalsgaard Thomsen, yang sebelumnya menulis skenario "Kalak" arahan Isabella Eklöf dan "The Quiet Migration" karya Malene Choi.
Aturan Dogma25 sendiri cukup radikal. Setidaknya separuh film harus tanpa dialog, internet dilarang dalam seluruh proses kreatif, dan kru di belakang kamera dibatasi maksimal 10 orang. Film juga wajib syuting di lokasi asli cerita, tanpa make-up atau manipulasi wajah dan tubuh kecuali bagian dari narasi.
Pendanaan dan Distribusi
Lima proyek Dogma25 dibiayai kerja sama antara Zentropa, DR, dan Nordisk Film Distribution, ditambah Netflix untuk wilayah Nordik. Pendanaan inti itu disebut cukup untuk merealisasikan kelima film.
Khusus "Incidents of Intimacy", produksi mendapat dukungan tambahan dari Danish Film Institute, The Eastern Denmark Film Fund, dan Nordisk Film & TV Fond. Distribusi film dilakukan Nordisk Film Distribution, lalu tayang di Netflix wilayah Nordik dan DR, dengan TrustNordisk menangani penjualan internasional.
Dogma25 menjadi taruhan Zentropa untuk membuktikan bahwa penceritaan sinematik tanpa kompromi masih punya tempat di industri film global, tiga dekade setelah manifesto aslinya mengguncang sinema Eropa.