Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kalimantan Tengah, ISPU Tembus 1.200 Jauh di Atas Ambang Berbahaya

Kamis, 15 Oktober 2026 • 15:47:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kalimantan Tengah, ISPU Tembus 1.200 Jauh di Atas Ambang Berbahaya
Kabut asap karhutla menyelimuti langit Kalimantan Tengah pada Rabu (14/10).

PALANGKA RAYA — Kementerian Lingkungan Hidup mencatat ISPU Kalimantan Tengah menyentuh 1.200 saat kabut asap karhutla pekat menutup langit pada Rabu (14/10). Angka itu empat kali lipat ambang batas kategori berbahaya yang ditetapkan pada 300.

Langit jingga yang muncul bukan fenomena alam biasa. Warna itu efek pembiasan cahaya matahari oleh partikel asap yang menggantung di atmosfer, tanda konsentrasi polutan udara sudah sangat pekat.

Apa Arti ISPU 1.200 bagi Kesehatan Warga

Ambang kategori berbahaya ISPU berada di angka 300. Ketika angka itu terlampaui, udara dinilai tidak layak dihirup siapa pun, termasuk kelompok sehat.

Pada level 1.200, risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, dan gangguan kardiovaskular meningkat tajam. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

Kabut asap juga menurunkan jarak pandang. Kondisi ini berimbas pada aktivitas warga sehari-hari, mulai dari mobilitas di jalan raya hingga operasional penerbangan dan pelayaran di wilayah terdampak.

Karhutla 2015 Jadi Bayangan yang Kembali Muncul

Peristiwa karhutla 2015 menjadi rujukan ketika kabut asap Kalimantan Tengah kali ini dibahas. Saat itu, dampak asap tidak berhenti di batas wilayah Indonesia.

Singapura turut merasakan imbasnya. Konsentrasi partikel polutan PM2.5 di negara tetangga itu meningkat seiring terbawanya asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

PM2.5 adalah partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang bisa masuk jauh ke saluran pernapasan dan aliran darah. Partikel ini jadi indikator utama pencemaran udara lintas negara.

El Niño dan Kekeringan Perparah Risiko Karhutla

Kondisi kekeringan yang diperparah fenomena El Niño berpotensi meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. El Niño memicu curah hujan rendah dan memperpanjang musim kemarau.

Tanah gambut yang mengering jadi titik api yang sulit dipadamkan. Api bisa menjalar di bawah permukaan tanah meski titik api di atas sudah terlihat mati.

Pemerintah daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau titik panas di sejumlah kabupaten. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan selama ISPU berada di level berbahaya.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks