PALANGKA RAYA — Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan pasokan Minyakita ke seluruh pelosok daerah terus berjalan. Tercatat, sejak awal tahun hingga 28 Juli 2026, sebanyak 8,5 juta liter minyak goreng merek tersebut telah didistribusikan ke 14 kabupaten dan kota.
Enam Titik Distribusi Induk untuk 14 Kabupaten/Kota
Pemimpin Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, menjelaskan bahwa penyaluran Minyakita dilakukan melalui enam titik utama. Kantor wilayah di Palangka Raya menjadi pusat distribusi untuk Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Katingan.
Sementara itu, kantor cabang di Kotawaringin Timur melayani Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan. Kantor cabang Kotawaringin Barat menjangkau Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau. Adapun kantor cabang Kapuas mendistribusikan ke Kapuas dan Pulang Pisau.
“Kami rutin dan secara berkala mendistribusikan Minyakita di Kalteng, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun menjaga stabilitas harga,” kata Erwin di Palangka Raya, Kamis.
Harga Jauh di Bawah Minyak Premium
Minyakita dibanderol dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Angka ini terpaut jauh dengan harga minyak goreng premium yang saat ini masih bertengger di kisaran Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per liter di pasaran.
“Kami terus mendistribusikan Minyakita ke pasar-pasar melalui para mitra di seluruh Kalteng untuk menjaga ketersediaan dan harga minyak goreng,” ujar Erwin.
Empat Perusahaan Pemasok di Kalteng
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog Kalteng menggandeng empat perusahaan lokal sebagai pemasok. Keempatnya adalah PT CBU, PT SSM, PT SAP, dan PT GIPLR yang seluruhnya beroperasi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Penyaluran Minyakita ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog sebagai distributor tunggal. Bulog langsung menyalurkan minyak goreng tersebut ke toko-toko pengecer tanpa melalui rantai distribusi panjang yang kerap membuat harga membengkak.