PALANGKA RAYA — Sengkon menyoroti tiga penopang utama pembinaan atlet Kalimantan Tengah: latihan rutin, pelatih kompeten, dan sarana latihan yang layak. Menurutnya, ketiganya harus berjalan seiring agar program pembinaan tidak berhenti di level pengenalan cabang olahraga.
Peran pelatih dinilai menentukan. Selain meningkatkan kemampuan teknik, pelatih bertugas menjaga disiplin atlet dan menyiapkan mereka menghadapi pertandingan.
Fasilitas latihan yang memadai disebut Sengkon sebagai syarat agar atlet menjalani program sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Tanpa sarana yang layak, program latihan berjalan tidak optimal.
Dukungan pemerintah daerah dan pihak terkait ikut dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan. Kerja sama itu diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet, dari tahap pengenalan hingga persiapan kompetisi.
“Kalau lihat dari pembinaan olahraga perlu dilakukan secara konsisten agar para atlet memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang olahraga yang ditekuni,” kata Sengkon.
Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan dinilai Sengkon sebagai cara mengukur kemampuan atlet. Lewat pertandingan, atlet memperoleh pengalaman, meningkatkan mental bertanding, dan mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan juga dapat menjadi sarana untuk mengukur kemampuan atlet. Melalui pertandingan, atlet memperoleh pengalaman, meningkatkan mental bertanding, serta mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki,” ucapnya.
Pembinaan yang baik, lanjut Sengkon, tidak hanya berfokus pada kemenangan. Sikap sportif, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa percaya diri perlu ditanamkan agar atlet mampu bersaing secara sehat.
Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan pembinaan yang tidak sama. Karena itu, program latihan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan atlet di masing-masing cabang.
Perhatian yang merata ke seluruh cabang olahraga disebut penting agar potensi atlet Kalimantan Tengah berkembang tanpa ada yang tertinggal.
“Evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan atlet dan efektivitas program pembinaan. Dengan evaluasi tersebut, pelatih dan pihak terkait dapat menentukan langkah perbaikan agar persiapan menghadapi kompetisi semakin matang,” tuturnya.
Sengkon menegaskan pembinaan berkesinambungan diharapkan meningkatkan daya saing atlet Kalimantan Tengah di kejuaraan daerah maupun nasional. Prestasi yang diraih nantinya juga diharapkan mendorong generasi muda lebih aktif berolahraga.
“Akan mengembangkan melalui perhatian terhadap pembinaan olahraga, diharapkan semakin banyak atlet potensial yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.