Fadona/Fitriani Fokus Fisik dan Mental Jelang Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:06:31 WIB
Atlet ganda putri nasional Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini mengikuti sesi latihan fisik di training camp PBPI di Jakarta Selatan.

KALIMANTAN TENGAH — Ganda putri nasional Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini menempatkan kebugaran fisik dan kesiapan mental sebagai prioritas utama menuju Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026 di Kuwait. Keduanya menilai pengalaman Asian Games 2026 menjadi modal berharga untuk menghadapi tekanan turnamen.

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memulai training camp pada Selasa (20/10/2026) di kawasan Jakarta Selatan. Sebanyak 16 atlet mengikuti pemusatan latihan, terdiri dari delapan putra dan delapan putri, termasuk Fadona dan Fitriani yang baru saja meraih medali perak Asian Games 2026.

Fisik Jadi Sorotan Utama Usai Kekalahan di Final Asian Games

Fadona mengakui persiapan menuju Kuwait dimulai dari fondasi fisik. Program latihan pagi dan sore dijalankan dengan penekanan pada kondisi tubuh, pola makan, serta pemulihan.

"Buat saya pribadi ya, buat semuanya ya. Persiapannya sudah pasti dari fisik, jaga makan, jaga kondisi, dan latihan kita juga di TC pagi-sore ya. Terus recovery juga penting, dan yang pasti kami juga harus siap diri buat main di Kuwait nanti," kata Fadona di sela-sela latihan.

Evaluasi dari Asian Games 2026 menjadi pijakan. Di final Nagoya, Fadona/Fitriani kalah dari pasangan tuan rumah Tsaki Tsukamoto/Kae Tokumoto dengan skor 0-2 (3-6, 4-6). Fadona menyebut selisih fisik jadi faktor pembeda.

"Banyak ya (evaluasinya dari Asian Games) karena finalnya kita lawan tuan rumah. Dari segi supporter, dari segi fisik juga. Saya merasa fisik kita masih jauh dari lawan Jepang. Di Kuwait bakal ketemu mereka lagi. Jadi kita kurang lebih sudah tahu cara main lawan Jepang seperti apa," tuturnya.

Peta Persaingan di Kuwait Dinilai Tak Jauh Beda dari Asian Games

Fitriani melihat kualifikasi zona Asia dan Afrika yang digelar 26-30 Oktober 2026 itu akan mempertemukan mereka dengan lawan-lawan yang sudah dikenal. Sebagian besar peserta disebutnya pernah bersua di Asian Games.

"Gambarannya mungkin ya hampir sama kayak di Asia Games ya. Kalau lawannya, kita juga sudah ketemu di Asia Games kemarin. Ya, mudah-mudahan besok di Kuwait kami ketemu sama teman-teman lagi, dan semuanya lancar," kata Fitriani.

Keduanya menolak memasang target berlebihan. Fadona menyebut lolos ke Piala Dunia tetap jadi harapan, tetapi tim ingin bermain lepas tanpa beban.

"Yang pasti, untuk ekspektasi sudah pasti ya harusnya maunya lolos (Piala Dunia) ya. Cuma kami besok harus bermain tanpa beban, nothing to lose saja," kata Fadona.

"Karena kalau kami pikirkan, pasti malah hasilnya buruk. Jadi berserah saja, yang pasti kami usaha dan kerja keras juga pasti. Tapi hasil-hasil kemarin jadi modal, ya? Ya betul. Buat mental, buat nambah motivasi juga," tegasnya.

Modal Medali Perak Asian Games untuk Mental Bertanding

Hasil di Nagoya memberi dampak psikologis tersendiri. Fadona menyebut capaian itu menambah motivasi sekaligus kepercayaan diri menghadapi tekanan turnamen kualifikasi.

Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar sepekan, timnas padel Indonesia memanfaatkan setiap sesi latihan untuk menutup celah, terutama di aspek fisik dan pemulihan. Kualifikasi di Kuwait menjadi pintu masuk menuju panggung Piala Dunia Padel 2026.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top