Puluhan Pemuda Palangka Raya Demo Menhut Raja Juli di Hotel, Desak Mundur soal Karhutla Kalteng

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:01:31 WIB
Puluhan pemuda berunjuk rasa di Swiss-Belhotel Palangka Raya menuntut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mundur terkait karhutla Kalteng.

PALANGKA RAYA — Kemarahan terhadap kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung berakhir di Kalimantan Tengah memuncak. Puluhan pemuda mendatangi Swiss-Belhotel Palangka Raya begitu mendapat informasi bahwa Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menginap di sana saat kunjungan kerja ke Kalteng, Senin (12/10/2026) malam.

Mereka tidak mengumpulkan massa terlebih dahulu. Afan, salah satu perwakilan warga, menyebut aksi itu murni spontan setelah kabar keberadaan menteri beredar di kalangan pemuda setempat.

Kabut Asap Jadi Pemicu Kemarahan Warga

Para demonstran menilai persoalan karhutla bukan sekadar kebakaran lahan. Mereka menyebutnya ancaman serius terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan warga yang harus menanggung dampaknya setiap tahun.

Kekecewaan muncul karena kebakaran dan kabut asap kembali menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat Kalteng. Massa mempertanyakan efektivitas langkah pemerintah yang dinilai belum membuahkan hasil nyata.

"Kalau Tidak Bisa Jadi Menteri, Mending Mundur"

Dalam orasinya, perwakilan pemuda bernama Aris melontarkan kritik keras terhadap kinerja Menteri Kehutanan. Menurut dia, kedatangan Raja Juli Antoni ke Kalteng berulang kali tidak diikuti perubahan signifikan dalam penanganan karhutla.

"Kalau tidak bisa jadi Menteri, mending mengundurkan diri saja dari Menteri Kehutanan," kata Aris di tengah aksi.

Aris menegaskan masyarakat membutuhkan tindakan konkret, bukan sekadar kunjungan pejabat ke daerah yang berulang kali dilanda kebakaran hutan dan lahan.

"Hari ini kami nyatakan bahwasanya Raja Juli Menteri Kehutanan gagal menjadi Menteri," tegasnya.

Ia juga meminta posisi Menteri Kehutanan diserahkan kepada sosok yang dinilai mampu mengambil langkah lebih tegas. Desakan itu muncul karena kondisi masyarakat Kalteng saat ini masih dibayangi persoalan karhutla dan kabut asap.

"Maka dari itu kami sampaikan kepada Menteri Kehutanan, kalau tidak bisa menjadi Menteri Kehutanan lebih baik mundur, digantikan orang lain yang lebih baik dan lebih tegas. Apalagi situasi masyarakat Kalteng saat ini tidak baik-baik saja," ujarnya.

Massa Ancam Kembali Datangi Menhut

Afan menjelaskan, kedatangan mereka ke hotel dilatarbelakangi informasi mengenai keberadaan Menteri Kehutanan. Mereka sengaja mendatangi lokasi itu untuk menyampaikan aspirasi terkait kebakaran hutan di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya.

Meski berlangsung spontan, massa tidak menutup kemungkinan kembali mendatangi lokasi keberadaan Menteri Kehutanan untuk menyampaikan tuntutan mereka. Afan mengatakan pihaknya akan mencari informasi mengenai agenda Raja Juli Antoni berikutnya.

"Kami besok mungkin cari informasi lagi beliau ke mana, akan kami kunjungi lagi beliau untuk menyampaikan aspirasi yang ada. Karena ini dadakan, tidak ada mengumpulkan massa, kami sadar untuk menyampaikan permasalahan yang ada," pungkasnya.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: tabengan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top