Pangsa NEV di China Cetak Rekor 61,6 Persen pada September 2026

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 18:39:01 WIB
Pangsa kendaraan energi baru (NEV) dalam penjualan mobil baru di China mencapai rekor 61,6 persen pada September 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Pangsa kendaraan energi baru (NEV) dalam penjualan mobil baru di China menembus rekor bulanan 61,6 persen pada September 2026. Capaian itu menegaskan dominasi NEV di pasar otomotif terbesar dunia, jauh melampaui posisi kendaraan berbahan bakar bensin. Sepanjang Januari–September 2026, pangsa kumulatif NEV sudah mencapai 53,6 persen.

Data industri yang dirilis pada Senin (12/10) menunjukkan pangsa NEV bulanan di China kini melewati separuh lebih penjualan mobil baru. Angka 61,6 persen pada September menjadi yang tertinggi sepanjang pencatatan, menurut laporan yang dikutip Antara dari data Asosiasi Manufaktur Mobil Tiongkok (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM).

Produksi dan Penjualan Tembus 12 Juta Unit

Selama tiga kuartal pertama 2026, produksi NEV China mencapai 12,483 juta unit. Penjualannya sedikit lebih rendah di angka 12,472 juta unit.

Kedua angka itu tumbuh lebih dari 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Volume sebesar ini menempatkan China tetap sebagai pasar NEV terbesar dunia, jauh di atas Eropa dan Amerika Serikat.

Pangsa Kumulatif Januari–September Capai 53,6 Persen

Secara kumulatif, pangsa NEV sepanjang Januari hingga September 2026 berada di 53,6 persen. Artinya, lebih dari separuh mobil baru yang terjual di China tahun ini adalah kendaraan energi baru.

Angka kumulatif ini penting karena menunjukkan pergeseran struktural, bukan lonjakan sesaat. NEV mencakup kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan kendaraan listrik berbasis sel bahan bakar (fuel cell).

Mengapa September Melonjak

September biasanya menjadi bulan sibuk bagi dealer mobil di China menjelang musim belanja akhir tahun. Insentif pemerintah daerah dan diskon pabrikan kerap digelontorkan pada periode ini untuk mengejar target kuartal.

Pangsa 61,6 persen pada September juga dipengaruhi makin banyaknya model NEV terjangkau yang masuk pasar. Konsumen kini punya pilihan lebih luas di segmen harga menengah ke bawah, bukan hanya di kelas premium.

Dampak ke Pasar Otomotif Global

Dominasi NEV di China berdampak langsung ke rantai pasok global. Produsen baterai, komponen penggerak listrik, dan chip otomotif semakin mengarahkan kapasitas produksi ke pasar China.

Bagi produsen Jepang, Eropa, dan Korea Selatan, angka ini menjadi tekanan tersendiri. Mereka harus mempercepat elektrifikasi di lini produk masing-masing agar tidak kehilangan pangsa di pasar terbesar dunia.

Pemerintah Indonesia juga memantau tren ini. Sejumlah kebijakan insentif kendaraan listrik nasional mengacu pada pola adopsi China, meski skala pasar kedua negara jauh berbeda.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Pertumbuhan NEV China masih ditopang insentif dan harga baterai yang turun. Jika salah satu faktor itu berubah, laju adopsinya bisa melambat.

CAAM belum merinci proyeksi pangsa NEV untuk kuartal keempat 2026. Namun tren tiga kuartal pertama menunjukkan target tahunan yang lebih tinggi dari capaian 2025 berpeluang besar terlewati.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: otomotif.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top