Pramono Minta Danantara Danai LRT Jakarta, Rute Baru Rp 2,7 T

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:40:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Danantara ikut membiayai perluasan jaringan LRT Jakarta.

KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ikut membiayai perluasan jaringan LRT Jakarta, termasuk rute Manggarai–Dukuh Atas yang butuh anggaran Rp 2,7 triliun dan mulai dikerjakan awal 2027. Permintaan disampaikan Gubernur Pramono Anung langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan alasan pengembangan transportasi ibu kota bukan semata kepentingan warga Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan keterlibatan Danantara diperlukan karena jaringan transportasi Jakarta menyangkut kepentingan yang jauh lebih luas daripada batas administratif ibu kota. Ia merujuk pernyataan Prabowo bahwa Jakarta bukan hanya milik pemerintah daerah dan warganya.

"Kan disampaikan oleh Bapak Presiden juga, Jakarta bukan hanya milik Jakarta, Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kesempatan itu, kita mengajak Danantara lah sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar," kata Rano di kawasan Monumen Nasional, Selasa, 22 September.

Rute yang Paling Dekat Dikerjakan

Dari sejumlah rencana perluasan, Pemprov DKI memprioritaskan perpanjangan jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Rute ini disebut paling jelas gambaran pengerjaannya dan diproyeksikan mendongkrak jumlah penumpang secara signifikan.

Pramono menyebut rute Manggarai–Dukuh Atas membutuhkan anggaran Rp 2,7 triliun dan akan dimulai awal 2027. Pendanaannya terbuka dari beberapa opsi sekaligus: obligasi daerah, APBD, atau dukungan Danantara.

"Untuk (rute LRT Jakarta) dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas, (anggarannya) Rp2,7 triliun yang kita akan mulai di tahun 2027 awal ini. Jadi intinya bisa dari obligasi, bisa dari APBD, bisa juga dari Danantara," ucap Pramono.

Menyambung JIS hingga Whoosh

Permintaan kepada Danantara disampaikan Pramono di hadapan Prabowo saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, Rabu, 16 September. Dalam kesempatan itu ia memaparkan rencana lanjutan jaringan LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS).

Jalur dari Velodrome juga direncanakan diperpanjang hingga tersambung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim. Jika seluruh rencana terwujud, jaringan LRT Jakarta akan menghubungkan kawasan utara, timur, selatan, hingga pusat kota, sekaligus terhubung dengan dua simpul transportasi besar itu.

"Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak," kata Pramono di hadapan Prabowo.

Bukan Sekadar Kejar Jumlah Penumpang

Rano menegaskan perluasan jaringan LRT tidak semata diarahkan mengejar pertumbuhan penumpang. Sasaran Pemprov DKI adalah membuat transportasi umum benar-benar menjadi pilihan utama warga dalam mobilitas harian.

"Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta," tuturnya.

Dengan skema pendanaan yang masih terbuka, kepastian peran Danantara menjadi kunci bagi percepatan proyek. Jika terealisasi, rute Manggarai–Dukuh Atas bisa menjadi penghubung penting yang memperkuat integrasi LRT dengan jaringan kereta cepat dan kawasan utara Jakarta.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top