Indonesia-Australia Sepakati 5 Langkah Strategis Kembangkan Pertanian Rawa Modern di Dadahup, Kalteng

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 15:07:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier memimpin pertemuan bilateral yang menyepakati lima langkah strategis pengembangan pertanian rawa modern di Dadahup, Kalimantan Tengah.

JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Australia mengambil langkah konkret mengubah wajah pertanian di lahan rawa Kalimantan Tengah. Melalui pertemuan bilateral, kedua negara sepakat menjadikan kawasan cetak sawah Dadahup sebagai model pertanian rawa modern pertama di Indonesia.

Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut hasil kajian para ahli Australia menunjukkan Dadahup memiliki potensi besar menjadi percontohan. "Rekomendasi yang diberikan sangat sejalan dengan prioritas Indonesia dalam mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Lima Langkah Strategis yang Disepakati

Untuk mempercepat implementasi, Indonesia mendorong lima langkah strategis yang langsung disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, pembentukan Joint Technical Working Group sebagai forum koordinasi teknis bilateral. Kedua, penyusunan Integrated Water Management Masterplan and Roadmap Dadahup yang akan menjadi cetak biru tata kelola air di kawasan tersebut.

Ketiga, penguatan tata kelola air berbasis petani. Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital seperti telemetry, remote sensing, dan decision support system. Kelima, pengembangan Dadahup sebagai Indonesia–Australia Demonstration Project sekaligus laboratorium hidup pertanian rawa modern.

Dukungan Australia Lewat Australian Water Partnership

Mentan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Australian Water Partnership (AWP) yang telah memfasilitasi Expert Mission di kawasan Dadahup. Kunjungan tenaga ahli Australia ke lokasi pada April 2026 lalu menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis yang kini disepakati kedua negara.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh hasil pembahasan. Ia menjelaskan laporan akhir hasil kajian para ahli Australia mengenai Dadahup telah diserahkan kepada Menteri Pertanian. "Kami berharap laporan ini dapat membantu Indonesia meningkatkan produktivitas kawasan Dadahup dan menjadikannya contoh pengembangan pertanian rawa modern," ujar Brazier.

Perdagangan Pertanian dan Pasokan Sapi Hidup

Selain pengembangan Dadahup, pertemuan bilateral juga menghasilkan komitmen memperkuat perdagangan pertanian kedua negara. Berdasarkan data tahun 2025, total perdagangan sektor pertanian Indonesia dan Australia mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS. Nilai ekspor pertanian Indonesia ke Australia mencapai sekitar 203 juta dolar AS, sedangkan impor dari Australia sekitar 3 miliar dolar AS.

Dalam sektor peternakan, Mentan meminta dukungan Australia menjaga ketersediaan pasokan sapi hidup ke Indonesia guna mendukung kebutuhan nasional. Brazier berharap proses perizinan impor dapat berjalan semakin lancar sehingga perdagangan pertanian kedua negara menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan.

Perluasan Kerja Sama ke Depan

Ke depan, Indonesia dan Australia sepakat memperluas kerja sama di bidang investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pupuk. Semua ini untuk mendukung pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di kedua negara.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top