KALIMANTAN TENGAH — Pimpinan Cabang Pegadaian Praya, Gunaji Agus Wibowo, turun langsung ke Kecamatan Batukliang menyerahkan bantuan tersebut. Ia datang bersama jajaran karyawan dan disambut antusias oleh pengurus yayasan, guru, serta wali murid. "Kami berharap material ini mempercepat pembangunan ruang kelas sehingga anak-anak bisa belajar dengan fasilitas lebih baik," ujar Gunaji, akhir Juni lalu.
Program TJSL Pegadaian kali ini memang dirancang dua lapis. Pertama, perbaikan infrastruktur sekolah. Kedua, pembekalan finansial bagi siswa. Dalam kunjungan yang sama, tim Pegadaian juga memberikan edukasi dasar tentang investasi emas dan pentingnya menabung.
Menurut Gunaji, investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang. "Kami tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga punya tanggung jawab sosial mencerdaskan bangsa," tegasnya. Edukasi ini dianggap krusial mengingat banyak keluarga di Lombok Tengah yang belum terbiasa merencanakan keuangan jangka panjang.
Yayasan Insan Tangkas selama ini beroperasi dengan ruang kelas yang terbatas. Bantuan material dari Pegadaian—berupa semen, pasir, dan besi—langsung digunakan untuk menyelesaikan dua ruang kelas baru. Para guru berharap fasilitas ini bisa menampung lebih banyak siswa dan mengurangi kelas yang terlalu padat.
Bagi wali murid, kehadiran Pegadaian memberikan secercah harapan. Seorang wali murid yang ditemui di lokasi mengaku selama ini anaknya belajar dalam kondisi kurang nyaman karena atap bocor dan kursi rusak. "Sekarang ada perubahan, kami sangat berterima kasih," katanya.
Ke depan, Pegadaian Praya berencana memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain di Lombok Tengah. Fokusnya bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga pendampingan rutin soal perencanaan keuangan keluarga dan investasi emas batangan.
Langkah ini sejalan dengan strategi Pegadaian yang mulai masif mengedukasi masyarakat daerah tentang emas sebagai instrumen investasi yang aman dan terjangkau. Dengan nominal mulai Rp10.000, masyarakat bisa mulai menabung emas lewat layanan Pegadaian. "Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan kebiasaan finansial yang sehat," pungkas Gunaji.