Pencarian

Tawaran Final Piala Dunia 2030 ke Maroko Bikin FIFA Terbelah, Wenger Juga Angkat Bicara

Kamis, 06 Agustus 2026 • 01:24:01 WIB
Tawaran Final Piala Dunia 2030 ke Maroko Bikin FIFA Terbelah, Wenger Juga Angkat Bicara
Luis Figo melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Gianni Infantino terkait tawaran final Piala Dunia 2030 kepada Maroko.

KALIMANTAN TENGAH — Kontroversi di tubuh FIFA memanas setelah muncul kabar bahwa Gianni Infantino menawarkan hak tuan rumah final Piala Dunia 2030 kepada Maroko. Langkah ini diduga menjadi imbalan atas dukungan politik yang vital bagi posisinya, sebuah skenario yang langsung disambut kecaman luas dan mempercepat pemberontakan internal para eksekutif kunci.

Serangan Pedas Figo: "Perilaku Paling Rendah dan Pengecut"

Legenda sepak bola Portugal, Luis Figo, menjadi sosok yang paling vokal menyerang Infantino. Ia menggambarkan tindakan ketua FIFA tersebut sebagai “perilaku yang paling rendah, paling penuh tipu daya, dan paling pengecut karena didorong kepentingan diri sendiri”.

Figo menegaskan bahwa Infantino telah merendahkan jabatan yang diembannya. “Harus pergi. Sekarang,” ujarnya dengan tegas, menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino telah runtuh di mata para legenda dan pengamat sepak bola global.

Wenger Menjauh: Klaim Proyek Ditarik Tanpa Keterlibatannya

Di tengah badai kritik, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, merilis pernyataan resmi untuk meluruskan posisinya. Pelatih legendaris asal Prancis itu menegaskan bahwa ia sama sekali tidak dilibatkan dalam rencana strategis kontroversial tersebut.

“Keputusan untuk menarik proyek itu benar-benar perlu dan tidak perlu dipertanyakan, karena saya sangat meyakini FIFA yang independen, yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas,” kata Wenger. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa bahkan tokoh internal sekaliber Wenger pun mengambil jarak dari kebijakan yang diambil pimpinan tertingginya.

Krisis Kepercayaan di Internal FIFA

Pernyataan Wenger dan serangan Figo menggambarkan situasi yang lebih dalam dari sekadar perbedaan pendapat. Ini adalah krisis kepercayaan yang nyata. Para eksekutif kunci kini secara terbuka memisahkan diri dari strategi komersial yang telah dibatalkan tersebut, sebuah langkah yang jarang terjadi di organisasi sekelas FIFA.

Keputusan untuk menarik proyek tersebut memang telah diambil, tetapi dampak politiknya terhadap stabilitas internal dan kredibilitas Infantino diperkirakan akan berlangsung lama. Pertanyaan besarnya kini bukan lagi tentang siapa yang akan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030, melainkan apakah Infantino mampu bertahan menghadapi gelombang oposisi yang semakin deras ini.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: goal.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks