Pencarian

Suzuki Carry Tembus 21.763 Unit di Semester I 2026, Program MBG Hanya Sumbang 10 Persen Retail

Rabu, 05 Agustus 2026 • 09:56:31 WIB
Suzuki Carry Tembus 21.763 Unit di Semester I 2026, Program MBG Hanya Sumbang 10 Persen Retail
Suzuki Carry mencatat penjualan wholesales 21.763 unit pada semester I 2026, dengan kontribusi program MBG sekitar 10 persen dari total retail.

KALIMANTAN TENGAH — Data wholesales Gaikindo mencatat lonjakan signifikan untuk lini niaga ringan Suzuki. Pikap Carry PU FD mendominasi dengan 18.048 unit, disusul Carry PU WD sebanyak 3.229 unit, dan sasis Carry CH sebesar 486 unit. Pola pengiriman bulanan terlihat fluktuatif—Januari hanya 657 unit, lalu melompat ke 6.680 unit pada Februari, dan stabil di kisaran 2.790 hingga 4.297 unit hingga Juni.

Kontribusi MBG di Bawah Ekspektasi

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam pengadaan kendaraan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 2025. Namun, Marketing & Value Chain 4W Department Head SIS, Randy R. Murdoko, menegaskan porsi program pemerintah itu tidak dominan terhadap total penjualan.

"Selama Januari-Juni MBG-nya kurang lebih sekitar 10 persen," ujarnya di Tangerang, Sabtu (1/8).

Angka tersebut dihitung dari total retail Carry yang mencapai 19.511 unit sepanjang paruh pertama tahun ini, atau setara 53,3 persen dari keseluruhan penjualan Suzuki di Indonesia.

Posisi Carry di Line-Up Suzuki

Dengan capaian tersebut, New Carry tetap menjadi tulang punggung penjualan perusahaan. Kendati demikian, produk lain juga mencatatkan performa solid. XL7 berada di posisi kedua dengan 6.353 unit atau 17,4 persen, disusul Fronx yang membukukan 6.065 unit atau 16,6 persen dari total penjualan.

Permintaan tinggi terhadap Carry memperkuat dominasi Suzuki di segmen pikap kecil. Namun, ketergantungan pada satu model menuntut perusahaan menjaga pasokan dan stok dealer tetap stabil. Fluktuasi pengiriman bulanan yang ekstrem—dari 657 unit menjadi 6.680 unit—menunjukkan pola pengadaan proyek yang tidak merata, kemungkinan besar terkait penyerapan anggaran pemerintah.

Randy menambahkan bahwa permintaan dari program MBG masih berlanjut hingga saat ini, meski ia tidak merinci proyeksi pengiriman untuk semester kedua. Yang jelas, ketahanan Carry di pasar tidak lagi bergantung pada satu sektor, melainkan ditopang kebutuhan logistik UMKM dan usaha kecil yang tetap tumbuh.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks